JAKARTA, RABU — Persaingan Liga Inggris akan memperlihatkan persaingan sebenarnya pada Rabu (18/2) malam. Pemimpin klasemen Manchester United akan menjalani satu partai sisa melawan Fulham di Old Trafford, sekaligus menunjukkan seberapa besar jaraknya dengan pesaing-pesaing terdekatnya.
Andai pertandingan ini berlangsung 30 Agustus lalu, laga ini mungkin tidak memberikan banyak arti bagi MU. Seumpama MU menang pada duel pekan ketiga tersebut, posisi mereka tetap masih berada di bawah Liverpool, Chelsea, dan Aston Villa. Di pekan selanjutnya, MU bahkan disikat "The Reds" di Anfield.
Kali ini ceritanya lain. MU semakin kuat dengan catatan 13 hasil clean sheet di Premier League. Gary Neville dkk memimpin di puncak klasemen dengan selisih dua angka dari pesaing terdekatnya, Liverpool. Empat tim yang kini bersaing menuju papan atas pasti menunggu hasil lawan "The Cottagers" ini dengan perasaan dag-dig-dug.
Kemenangan bagi MU akan membuat Liverpool, Villa, Chelsea, dan Arsenal akan semakin sulit mengejar. Sebaliknya, kekalahan akan membuat kesempatan kuartet rival ini semakin percaya diri menembus dominasi "Setan Merah".
Mampukah Fulham menjadi tameng bagi klub-klub tersebut dan menantang tren tak pernah bobol milik MU?
Melongok sejarah pertarungan kedua tim, sepertinya sulit bagi pasukan Roy Hodgson untuk memecah rekor fantastis "The Red Devils". Hodgson sendiri belum pernah menang melawan anak buah Alex Ferguson, baik ketika menangani Blackburn Rovers sebelas tahun lalu maupun Fulham pada Desember 2007.
Akan tetapi, Hodgson bukanlah tipe pelatih yang biasa mengalami ketakutan sebelum bertanding. Pengalamannya melatih tim nasional Swiss di Piala Dunia 1994 membuktikan ketangguhannya melawan tim-tim besar. Ia berhasil membawa Schweizer Nati putaran final turnamen itu untuk pertama kalinya sejak terakhir kali pada 1966.
Ketangguhan MU juga tak lantas menempatkan kemenangan pada pihak tuan rumah. Ingat, dari 13 partai tanpa kebobolan itu, delapan di antaranya hanya dimenangkan MU dengan kemenangan tipis 1-0. Ini membuktikan bahwa MU tak terlalu mudah menembus pertahanan lawan, apalagi sejak striker Wayne Rooney cedera dalam duel lawan Wigan Athletic pada medio Januari.
Pada laga Rabu malam nanti, Rooney lagi-lagi belum bisa diturunkan sejak menit pertama. Maka, Ferguson akan menumpukan serangannya pada duet Dimitar Berbatov dan Carlos Tevez. Keduanya sudah menghasilkan tiga gol di lima pertandingan terakhir. Namun, yang patut diwaspadai Fulham adalah serangan-serangan dari lapis kedua yang dikomandani pemain gaek Ryan Giggs.
Data dan statistik pertandingan:
Man. United vs Fulham
Stadion Old Trafford, Rabu (18/2)
Siaran langsung ESPN-AORA, Kamis (19/2) pukul 03.00 WIB
Prakiraan line-up:
Man. United: Van der Sar; Evra, Vidic, Ferdinand, Rafael; Giggs, Scholes, Carrick, Ronaldo; Berbatov, Tevez
Fulham: Schwarzer; Konchesky, Hughes, Hangeland, Stoor; Gera, Dacourt, Murphy, Davies; Zamora, Nevland
Statistik pertemuan:
MU menang: 33
Imbang: 13
Fulham menang: 10
Pertemuan terakhir:
03-12-2007: Man. United 2-0 Fulham
20-08-2006: Man. United 5-1 Fulham
04-02-2006: Man. United 4-2 Fulham
19-03-2005: Man. United 1-0 Fulham
25-10-2003: Man. United 1-3 Fulham
22-03-2003: Man. United 3-0 Fulham
19-08-2001: Man. United 3-2 Fulham
Pertandingan terakhir Man. United:
11-01-09: Man. United 3 - 0 Chelsea
14-01-09: Man. United 1 - 0 Wigan
17-01-09: Bolton 0 - 1 Man. United
27-01-09: West Brom 0 - 5 Man. United
31-01-09: Man. United 1 - 0 Everton
08-02-09: West Ham 0 - 1 Man. United
Pertandingan terakhir Fulham:
26-12-08: Tottenham 0 - 0 Fulham
28-12-08: Fulham 2 - 2 Chelsea
18-01-09: West Ham 3 - 1 Fulham
27-01-09: Sunderland 1 - 0 Fulham
31-01-09: Fulham 3 - 1 Portsmouth
07-02-09: Wigan 0 - 0 Fulham
Prakiraan peluang:
Bet Brain: 1(1,26) x (5,07) x 2(11,75)
Soccerstats: 1(73%) x (18%) x 2(8%)
KOMPAS.com: 55-45