JAKARTA, RABU - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla merindukan kehangatan antartokoh politik di Tanah Air. Ia mengatakan, perbedaan pandangan tak seharusnya memutuskan tali silaturrahmi. JK pun menyebutkan hubungan silaturahmi yang terputus antara Soekarno-Soeharto, Gus Dur-Mega dan Mega-SBY. Hal itu dikatakan JK saat memberikan pengarahan kepada ratusan caleg DPR Golkar, Rabu (18/2) petang, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
JK mengutarakan hal tersebut saat menyinggung mengenai iklan ucapan selamat ulang tahun yang ditujukan Golkar kepada Megawati dan Mbak Tutut. "Iklan itu ingin memberikan pandangan keras kepada masyarakat bahwa kita boleh beda pandangan, tapi silaturahmi tidak boleh putus," kata JK.
"Kalau silaturahmi putus, apa kata orang-orang? Bangsa ini bangsa yang terputus-putus silaturahminya. Soekarno dengan Soeharto, Soeharto-Habibie, Gus Dur, Mega juga dengan yang sekarang ini," lanjutnya.
JK pun mengungkapkan, ia membayangkan jika pelantikan presiden dihadiri oleh seluruh mantan presiden, seperti halnya yang terjadi di Amerika Serikat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang