Kenali Potensi Seks Anda

Kompas.com - 22/02/2009, 08:41 WIB

PERCAYA atau tidak, tidak semua perempuan tahu cara mencintai tubuh mereka. Tidak semua perempuan mengenali bagian tubuh mereka seperti mereka mengenali bagian tubuh pasangan. Dan tidak semua perempuan bisa merasakan orgasme saat hubungan seks yang pertama. Bahkan, mungkin ada yang setelah bertahun-tahun bercinta tak juga merasakan orgasme dan memilih diam seribu bahasa kepada pasangannya.

Tak seharusnya ini kita alami. Mari kita ubah cara pandang kita mengenai seks dengan menjawab beberapa pertanyaan yang seharusnya ditanyakan setiap perempuan pada dirinya sendiri. Siap membuka potensi seksual Anda?

Apa yang saya pikirkan tentang seks? Jika Anda besar di sebuah rumah (keluarga) yang menganggap seks itu memalukan dan tabu dibicarakan, pesan negatif soal seks ini akan terus memenuhi alam bawah pikiran dan memengaruhi kehidupan Anda di tempat tidur.

Untuk itu, ganti pesan negatif yang diterima otak Anda tentang seks menjadi pesan positif. Misalnya, "Hanya perempuan nakal yang boleh menikmati seks", menjadi "Setiap perempuan berhak menikmati seks." Setiap kali pikiran negatif muncul di pikiran, ganti dengan pesan positif. Cara ini akan mengubah kehidupan seks Anda yang semula tabu untuk didiskusikan bersama pasangan menjadi permainan yang menyenangkan.

Apakah saya mengenali tubuh saya dengan baik? Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda tahu di mana letak klitoris di organ intim Anda? Lalu, apakah Anda tahu kegunaannya untuk kebutuhan seks? Menurut dokter spesialis kandungan dan ginekolog Amerika Serikat, Dr Hilda Hutcherson, kita disarankan untuk tidak langsung "bermain" di bagian ini. Sebab, klitoris memiliki banyak sekali saraf yang jika distimulasi di awal permainan akan membuat kita merasa tidak nyaman.

Hilda menyarankan agar pasangan menyentuh labia (bibir) dan rim (tepi) vagina lebih dahulu. Lalu, tekankan pada sentuhan bagian atas vagina tempat tumbuhnya rambut kemaluan. Cara ini akan memberi kenikmatan lebih dan orgasme yang kuat.

Apakah saya merasa nyaman dengan tubuh saya? Apakah Anda senang dengan bentuk tubuh Anda sendiri? Ini berpengaruh langsung pada seksualitas lho. Jika Anda membenci bentuk tubuh Anda, misalnya pinggul yang lebar atau paha yang besar, Anda mulai menghindari hubungan seks karena merasa tidak percaya diri.

Untuk terapinya, buat buku harian, dan tuliskan satu hal positif tentang tubuh Anda setiap hari. Kelak Anda akan bisa menerima bahwa tubuh Anda patut dihargai.

Apakah kondisi vagina saya normal? Memang di antara kita khawatir soal ukuran ideal Miss V, bau, atau rasanya. Hilda menyarankan ambil kaca dan lihat seperti apa sebenarnya Miss V. Jika Anda tak merasakan ada infeksi yang menyakitkan sehingga sulit untuk memakai pakaian dalam, artinya Miss V Anda normal. Percaya atau tidak, para lelaki berpikir organ intim kita cantik dan baik-baik saja kok.

Di mana titik-titik erotis Anda? Untuk mendapat kepuasan seksual, kita memang perlu menemukan titik-titik erotis. Setiap perempuan memiliki titik kesenangan yang berbeda. Ada yang bisa merasakan orgasme hanya dengan stimulasi di puting payudara. Ada juga yang merasakan titik sensitifnya di belakang lutut atau belakang telinga.

Tugas Anda sekarang adalah mulai mengeksplorasi titik-titik di tubuh Anda sendiri. Bisa dengan bulu lembut, jari-jari tangan atau alat lainnya. Carilah lima bagian yang sensasinya paling menyenangkan saat disentuh. Lalu, tunjukkan pada pasangan agar ia memberikan kesenangan itu pada Anda.

Bagaimana rute menuju orgasme? Ini kelanjutan dari pertanyaan sebelumnya. Bagian mana dari tubuh Anda yang ingin disentuh pasangan? Seberapa cepat gerakan pasangan yang bisa membuat Anda merasa nikmat? Adakah fantasi yang bisa membawa Anda ke titik klimaks? Jika Anda tak punya jawaban atas pertanyaan tadi, coba deh cari!

Mengetahui apa yang bisa membuat kita senang adalah kunci untuk menikmati hubungan dengan pasangan. Jika Anda sudah mengetahuinya, beritahukan kepada pasangan. Atau biarkan pikiran Anda melayang ke dunia penuh fantasi saat Anda membutuhkan sedikit rangsangan.

Apakah saya juga perlu membiarkan Si Dia "bekerja"? Anda berhak mendapatkan yang terbaik atas apa yang telah Anda berikan. Sayang, kebanyakan perempuan berpikir kepuasan pasangan adalah yang terpenting. Meskipun suami berusaha membuat Anda senang, namun Anda malah sibuk memikirkan trik apalagi yang akan digunakan untuk menyenangkan suami.

Oke, cukup! Anda sudah tahu bagaimana rasanya melihat pasangan senang atas usaha Anda. Begitu pula dia akan senang jika bisa memuaskan Anda. So, just lie back and let him do it for you.

Bagaimana wajah saya lima menit setelah berhubungan seksual? Coba bangun dan tengok ekspresi Anda di cermin. Apakah wajah Anda bersemu merah, pikiran melayang, dan tersenyum bahagia? Atau Anda cemberut, kecewa, atau perasaan lain yang tak menentu?

Kadang kala kita memang perlu bertanya pada tubuh kita, dan bukan otak kita. Apakah kita menyukai acara bercinta tadi? Jika pikiran yang menjawab, tentu jawabannya akan "lumayan". Namun, jika wajah Anda yang menjawab? Wajah di depan cermin pada pukul 02.00 dini hari seusai bercinta tidak akan berbohong.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau