Sempat Terjadi Percikan Api Saat Pesawat Mendarat Darurat

Kompas.com - 23/02/2009, 21:26 WIB

BATAM, SENIN — Percikan api sempat terlihat dari badan pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, petang tadi. Meski demikian, badan pesawat tetap utuh dan kini nyungsep di ujung landasan.

Berdasarkan penuturan saksi mata di sekitar landasan pacu yang ditemui Tribun Batam, pesawat tampak berputar-putar selama beberapa kali di sekitar bandara. Pesawat juga beberapa kali berusaha mendekati landasan, tetapi kembali terbang.

Pada pukul 18.30 pesawat tersebut kemudian mendarat dan menimbulkan bunga api saat badan pesawat menyentuh landasan. Pesawat tersebut mendarat darurat tanpa menggunakan roda depan yang macet tidak dapat dikeluarkan.

Pesawat tujuan Medan-Batam dengan nomor penerbangan JT 972 itu merupakan jenis pesawat MD 90. Sampai saat ini belum diketahui berapa jumlah penumpang yang ada di dalam pesawat. Kondisi korban juga belum ada kepastian.

Pihak Lion Air sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi. Humas Lion Air Edward S belum dapat dihubungi. Namun, malam ini juga pihak Lion Air dan otoritas penerbangan di Bandara Hang Nadim dikabarkan akan menggelar konferensi pers di Batam. (Eddy Mesakh/Tribun Batam)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau