Evakuasi Gerbong, PT KA Datangkan "Railway Crane"

Kompas.com - 24/02/2009, 10:33 WIB

KEDIRI, SELASA - PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun mendatangkan railway crane dari Solo, Jawa Tengah untuk mengevakuasi dua gerbong kereta api yang terpental keluar dari relnya menyusul terjadinya tabrakan maut antara bus Harapan Jaya dengan KA Rapih Dhoho, Senin (23/2) sore kemarin di Kediri.

"Saat ini, petugas dan mekanik kami masih berupaya keras memindahkan gerbong. Sekarang tinggal dua gerbong dari tujuh gerbong yang masih ada di lokasi. Kondisi evakuasi sulit karena sebagian bodi gerbong rusak setelah menabrak rumah warga. Harapannya, jam 13.00 gerbong sudah bisa ditarik ke Stasiun Besar Kediri," ujar Kepala Daops VII Madiun M Sholeh Kosasih saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2).

Ia menambahkan, selain mengevakuasi gerbong kereta, PT KA juga mengalihkan jalur perjalanan kereta api yang melalui Kediri dan Tulungagung. "Sementara jalur kereta melalui Kediri dan Tulungagung putus total, semua perjalanan kereta dialihkan melalui Malang," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya kecelakaan lalu lintas terjadi antara bus antarkota dalam provinsi Harapan Jaya jurusan Surabaya-Trenggalek dengan KA Rapih Dhoho yang baru berangkat dari Stasiun Kediri, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian, menuju ke Malang.

Sedikitnya tujuh orang tewas, semuanya penumpang bus, termasuk sopir dan kondektur. Puluhan penumpang lainnya menderita luka berat dan luka ringan.(nik)

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau