KEDIRI, SELASA - PT Kereta Api Daerah Operasi VII Madiun mendatangkan railway crane dari Solo, Jawa Tengah untuk mengevakuasi dua gerbong kereta api yang terpental keluar dari relnya menyusul terjadinya tabrakan maut antara bus Harapan Jaya dengan KA Rapih Dhoho, Senin (23/2) sore kemarin di Kediri.
"Saat ini, petugas dan mekanik kami masih berupaya keras memindahkan gerbong. Sekarang tinggal dua gerbong dari tujuh gerbong yang masih ada di lokasi. Kondisi evakuasi sulit karena sebagian bodi gerbong rusak setelah menabrak rumah warga. Harapannya, jam 13.00 gerbong sudah bisa ditarik ke Stasiun Besar Kediri," ujar Kepala Daops VII Madiun M Sholeh Kosasih saat ditemui di lokasi, Selasa (24/2).
Ia menambahkan, selain mengevakuasi gerbong kereta, PT KA juga mengalihkan jalur perjalanan kereta api yang melalui Kediri dan Tulungagung. "Sementara jalur kereta melalui Kediri dan Tulungagung putus total, semua perjalanan kereta dialihkan melalui Malang," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya kecelakaan lalu lintas terjadi antara bus antarkota dalam provinsi Harapan Jaya jurusan Surabaya-Trenggalek dengan KA Rapih Dhoho yang baru berangkat dari Stasiun Kediri, sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kejadian, menuju ke Malang.
Sedikitnya tujuh orang tewas, semuanya penumpang bus, termasuk sopir dan kondektur. Puluhan penumpang lainnya menderita luka berat dan luka ringan.(nik)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang