JAKARTA, RABU — Sinyalemen perangkulan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan semakin kuat. Sinyalemen itu dinyatakan Sekjen PDI-P, Pramono Anung, saat datang ke acara Deklarasi Antikorupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Sekarang gini, Partai Golkar dan PDI-P kan pemenang Pemilu 2004, kenapa tidak bersatu saja. Kemungkinan itu kan terbuka," ujarnya kepada wartawan saat di KPK, Jakarta, Rabu (25/2).
Menurut dia, Selasa (24/2) malam, PDI-P sudah melakukan pembicaraan serius tentang ketokohan. "Tidak resmi, tapi serius membicarakan tentang ke depan. Itu tadi yang saya bisikkan ke JK," tuturnya.
Sementara mengenai Sultan, PDI-P lebih memilih cawapres melalui parpol dan tidak lewat perseorangan. Sebab, dalam pertarungan 2009, lanjutnya, parpol memegang peranan penting.
"Bukan berarti PDI-P meninggalkan Sultan," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang