Caleg Protes Bilik Suara Terlalu Sempit

Kompas.com - 25/02/2009, 17:34 WIB

BLORA, RABU — Sejumlah calon anggota legislatif atau caleg di Kabupaten Blora dan Rembang memprotes Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya, bilik suara dan kotak suara yang disediakan KPU terlalu sempit atau tidak sebanding dengan ukuran surat suara.

Caleg DPRD Kabupaten Blora dari Partai Indonesia Baru Singgih Hartono, Rabu (25/2) di Blora, mengatakan, luas bilik suara tidak sebanding dengan luas surat suara. Kondisi itu membuat pemilih kesulitan membuka surat suara dan mencontreng wakil pilihan.

"Bisa jadi pemilih tidak membuka semua lipatan surat suara, sehingga hanya mencontreng caleg di lipatan yang terbuka itu. Jika hal itu terjadi, para caleg yang tidak terpilih atau terbaca bakal dirugikan," kata dia.

Di Rembang, caleg nomor urut III daerah pemilihan Rembang VI dari Partai Persatuan Pembangunan Kholid Suyono menilai KPU kurang serius menggelar pemilu. Salah satu indikasinya adalah pengadaan logistik.

KPU membuat surat suara baru yang lebar dan tebal, tetapi tidak membuat bilik dan kotak suara yang sesuai dengan surat suara itu. KPU hanya memanfaatkan logistik pada pemilu atau pilkada sebelumnya.

Alasannya adalah keterbatasan dana. Padahal, jika pemilih tidak maksimal dan nyaman dalam memilih, ia bisa memilih caleg sekenanya. Saya berharap KPU di daerah-daerah mampu mengatasi masalah itu, kata Kholid.

Menurut Kholid, dalam simulasi pemilu, para pemilih juga kesulitan melipat kembali surat suara yang cukup lebar itu sehingga memungkinkan surat suara itu rusak. Selain itu, mereka kesulitan memasukkan surat suara ke dalam kotak suara karena lubang kotak itu sempit.

Secara terpisah, Ketua KPU Kabupaten Blora Moesafa mengakui ukuran bilik suara tidak sebanding dengan surat suara. Bilik suara itu berukuran 60 x 60 x 50 sentimeter, sedangkan surat suara 54 x 80 sentimeter.

Ukuran yang tidak sebanding itu menyebabkan pemilih kerepotan membuka surat suara secara penuh. Untuk mengatasi itu, KPU telah meminta panitia penyelenggara pemilu di setiap tempat pemungutan suara (TPS) menyediakan meja yang cukup lebar.

"Setiap panitia penyelenggara pemilu di setiap TPS tentu akan membantu para pemilih yang mengalami kesulitan, termasuk saat memasukkan surat suara ke dalam kota suara," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau