Cedera, Maria Kristin Batal ke All England

Kompas.com - 25/02/2009, 19:23 WIB

JAKARTA, RABU — Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu Indonesia, Maria Kristin, akhirnya batal mengikuti turnamen All England yang akan berlangsung di Birmingham, Inggris, 3-8 Maret, karena cedera lutut kanannya belum pulih.

"Maria tidak berangkat ke All England, kemungkinan hanya mengikuti Swiss Super Series saja," kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (25/2).

Swiss Super Series akan berlangsung setelah All England, yakni pada 10-15 Maret. 

Lius memastikan, keputusan batalnya Maria mengikuti turnamen Super Series ketiga tahun ini seusai dokter memeriksa lutut Maria Kristin. Dokter juga memutuskan membawa Maria ke RS Gatot Subroto untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelatih tunggal putri Marleve Mainaky mengatakan, Maria masih merasakan sakit pada cedera lututnya saat berlatih tanding secara penuh, Kamis pekan lalu. "Selain itu, kulitnya iritasi juga sehingga dia merasa tidak bisa (bertanding)," kata Marleve. 

Maria terakhir kali bertanding pada turnamen Perancis Super Series 2008. Selain Maria, ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan juga akan absen di All England karena cedera lutut kiri Kido juga belum pulih.

Dengan demikian, jumlah pemain nasional yang akan bertolak ke Birmingham pada Jumat (27/2) hanya 17 orang bersama pelatih tunggal putra Hendrawan. Ofisial lainnya akan berangkat pada Senin (2/3).

Satu gelar

Seusai upacara pelepasan pemain dan ofisial yang akan berangkat ke All England dan Swiss Super Series, Ketua Umum PB PBSI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, para pemain ditargetkan membawa pulang sedikitnya satu gelar.

"Target realistisnya diharapkan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir yang menjadi unggulan pertama bisa memperoleh gelar juara. Yang lain-lainnya diharapkan masuk final atau semifinal untuk yang masih muda," ujar Djoko.

Meski demikian, Liliyana, yang sejak pekan lalu terserang flu dan sempat absen latihan, masih tampak belum pulih sepenuhnya.

"Tahun lalu sebelum ke All England, (ia) juga sakit... Mudah-mudahan bisa cepat sembuh," kata Liliyana yang bersama Nova pada All England tahun lalu menjadi runner-up.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan, salah satu pemain tunggal putra diharapkan dapat menembus final turnamen berhadiah total 200.000 dollar AS itu, sedangkan ganda putri bisa mencapai semifinal.

Pada nomor tunggal putra, pelatnas mengikutsertakan pemain nomor lima dunia, Sony Dwi Kuncoro, dan peringkat 10, Simon Santoso, sedangkan Tommy Sugiarto berangkat dengan biaya sendiri. Adapun sektor ganda putri mengikutsertakan dua pasangan, Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Shendy Puspa/Meiliana Jauhari.

Semula, Tommy juga akan mengikuti turnamen Grand Prix Jerman Terbuka yang saat ini sedang berlangsung. Namun, ia menarik diri dari turnamen tersebut.

Ditanya apakah finalis All England 1999 dan 2000 Taufik Hidayat—yang sudah keluar dari pelatnas—akan menjadi ancaman bagi pemain-pemain pelatnas, Djoko, mengatakan, setiap pemain yang berlaga di luar negeri tetap mewakili Indonesia meski sudah tidak termasuk dalam tim nasional.

"Semua atlet itu atlet Indonesia. Namun, ada dua jalur, melalui PBSI, dan jalur profesional. PBSI tetap memfasilitasi mereka yaitu mendaftarkan untuk mengikuti turnamen, membantu memesan tiket, hotel, dan lain-lain," papar Djoko.

Selain Taufik, beberapa atlet non-pelatnas yang akan bertanding di Birmingham antara lain pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG, Candra Wijaya/Joko Riyadi, dan Jo Novita/Rani Mundiasti.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau