SAMARINDA, KAMIS — Krisis keuangan global mengakibatkan industri kehutanan di Kalimantan Timur yang sudah terpuruk menjadi nyaris mati. Namun, industri kehutanan sebaiknya dipertahankan karena menyerap banyak tenaga kerja dan masih berpotensi besar menjadi penggerak perekonomian.
"Jatah tebang Kaltim masih tertinggi se-Indonesia," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan (APHI) Komisariat Daerah Kaltim Ahmad Husry, Kamis (26/2).
Tahun ini, Kaltim diberi jatah 2,45 juta meter kubik dari kuota nasional yang 9,1 juta meter kubik. Namun, krisis menghantam Amerika Serikat dan Jepang yang merupakan pasar utama kayu lapis.
Kedua negara itu menurunkan bahkan menghentikan pesanan. Pabrik-pabrik kayu lapis menurunkan produksi, memangkas biaya operasional, dan yang terburuk merumahkan sampai PHK buruh.
Menurunnya produksi pabrik kayu lapis memukul industri penebangan di hulu. Pesanan bahan baku kayu bulat menjadi separuhnya. Perusahaan pun mengambil langkah-langkah serupa, seperti yang ditempuh sektor hilir tadi.
Adapun langkah-langkah perusahaan itu kian menyulitkan buruh. Bekerja di industri kehutanan tidak lagi menjadi kebanggaan orang-orang di Kaltim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang