BOJONEGORO, JUMAT — Banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro semakin meluas. Hingga Jumat (27/2), air luapan Bengawan Solo telah menggenangi 116 desa di 14 kecamatan di Bojonegoro. Berdasarkan data di Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Bojonegoro, rumah yang tergenang sebanyak 14.634 dihuni 17.463 keluarga atau 61.803 jiwa. Pengungsi mencapai 7.055 jiwa di 33 titik lokasi termasuk di pinggiran hutan Trucuk tepatnya di Hutan Pemajekan Desa Kanten.
Sawah tergenang seluas 8.519 hektar sedangkan ladang 1.796 hektar. Banjir juga menggenangi 17 gedung taman kanak-kanak, 70 sekolah dasar, dan dua sekolah menengah pertama. Tanggul di Pilangsari Dander, Cangaan, Semambung, Grape, dan Tambakrejo Kanor kritis. Warga bergotong royong berupaya meninggikan tanggul.
Hingga saat ini ketinggian genangan air di Bojonegoro bervariasi antara 40 sentimeter hingga 1,5 meter. Meskipun telah ditutup pintu keluarnya air di tanggul (doorlat), air masih merembes ke khususnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto.
Sementara itu, banjir luapan Bengawan Solo di Lamongan telah menggenangi 12 tiga desa di Kecamatan Babat dan Laren. Sebanyak 1.802 rumah, 75 hektar padi, 45 hektar jagung, dan 75 hektar tambak serta tujuh sekolah terendam.
Di Kecamatan Babat air menggenangi Desa Truni, Bedahan, dan Banaran. Sebanyak 343 rumah tergenang dengan ketinggian air 20 sentimeter hingga 50 sentimeter. Tanggul di Babat telah ditinggikan namun air masih merembes ke jalan raya Bojonegoro-Babat meskipun doorlat juga ditutup.
Di Kecamatan Laren air menggenangi 1.469 rumah. Tanaman padi seluas 75 hektar, jagung 45 hektar, dan tambak 75 hektar juga terendam. Jalan desa yang terendam total sepanjang 5 kilometer. Sarana pendidikan yang terendam terdiri dari dua madrasah ibtidaiyah, dua sekolah dasar, satu madrasah tsanawiyah, dan satu SMP yakni SMP Negeri Laren, serta satu masjid.
Camat Laren Rusgianto menyebutkan ada sembilan desa terendam yakni Laren, Plangwot, Pesanggarahan, Siser, Bulutigo, Mojoasem, Keduyung, Centini, dan Durikulon. Ketinggian genangan air mulai dari 20 sentimeter sampai 60 sentimeter. Di Desa Siser tanggul sepanjang 21 meter dan di Desa Bulutigo sepanjang 16 meter putus. Warga bekerja bhakti meninggikan tanggul hingga 60.000 zak karung plastik, kata Rusgianto.
Di Kabupaten Gresik, banjir luapan Bengawan Solo menggenangi 30 desa tersebar di Kecamatan Dukun, Bungah, dan Manyar. Sekitar 1.100 rumah, 422 hektar sawah, dan 151 hektar tambak terendam. Ketinggian air bervariasi dari 20 sentimeter hingga 120 sentimeter.
Di Kecamatan Dukun, air menggenangi 13 desa yakni Desa Baron, Babaksari, Karangcangkring, Tiremenggal, Bangeran, Dukunanyar, Bulangan, Gedong Kedokan, Dukuhkembar, Madyumulyorejo, Jrebeng, Sembungan Kidul, dan Kalirejo. Camat Dukun Sedya Utama menyatakan kondisi Tiremenggal kritis. Ada 400 rumah di Kecamatan Dukun yang tergenang, sedangkan sawah yang terendam seluas 236 hektar, katanya.
Di Kecamatan Manyar, air menggenangi Desa Pejangganan, Ngampel, dan Morobakung. Puluhan hektar padi dipanen lebih awal. Di Kecamatan Bungah banjir menggenangi 14 desa yakni Mojopurogedhe, Mojopuro Wetan, Melirang, Sidorejo, Masangan, Sukowati, Indrodelik, Sungonlegowo, Sukorejo, Bungah, Gumeng, Raciwetan, Bedanten dan Sidomukti.
Sebanyak 702 rumah, 186 hektar sawah, dan 151 hektar tambak terendam. Camat Bungah Darmawan mengatakan, kondisi tanggul di Kalingaren Sungonlegowo meskipun sudah ditanggulangi tetapi juga mengkhawatirkan. Ketinggian genangan mencapai air 20 sentimeter-60 sentimeter, halaman kantor Kecamatan Bungah dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan terendam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang