Hizbullah Tuntut Pembebasan Jenderal

Kompas.com - 28/02/2009, 17:46 WIB

BEIRUT, SABTU - Kelompok Hizbullah, Sabtu (28/2),  meminta pembebasan empat jenderal Lebanon yang telah dipenjarakan tanpa pengadilan selama bertahun-tahun dalam kaitan dengan pembunuhan 2005 atas mantan perdana menteri Rafiq Hariri.
  
"Penahanan terus mereka ’adalah untuk alasan politik ... yang menunjukkan bahwa mereka bahkan tidak pernah diperiksa selama tiga tahun’," kata pernyataan gerakan kekuatan Syiah.
  
Pernyataan juga menyerukan diadakannya penyelidikan terhadap hakim Sakr guna ’memberikan hak keputusan untuk membebaskan empat jenderal itu secepat mungkin, dan tidak melakukan tekanan-tekanan politik.’
  
Pada Jumat, dua hari sebelum mahkamah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai pembunuhan itu dibuka di Den Haag, Sakr menolak permintaan pembebasan para jenderal itu untuk kedua kalinya dalam pekan ini.
  
Permintaan serupa juga ditolak Rabu lalu berdasarkan alasan-alasan bahwa pemerintah tidak melakukan penyelidikan secara komplit terhadap mereka, kata seorang sumber yang dekat dengan kasus ini.
  
Namun, demikian Sakr Rabu telah membebaskan uang jaminan dari tiga tersangka lainnya yang ditahan berkaitan dengan pembunuhan Hariri, dengan bom mobil pada Februari 2005.
  
Para jenderal tersebut adalah bekas kepala pengawal presiden Mustafa Hamdan, direktur layanan keamanan Jamil Sayyed, ketua keamanan dalam negeri Ali Hajj dan ketua intelijen militer Raymond Azar.
  
Mereka ditahan pada Agustus 2005, enam bulan setelah pembunuhan Hariri. Dia dibunuh bersama dengan 22 orang lainnya ketika sebuah bom mobil berkekuatan besar menghantam konvoinya yang di dekat pantai Beirut.
  
Para pengacara mereka telah berulangkali menyatakan bahwa penahanan mereka ’ilegal’ dan ’tidak berdasar’, dan menandaskan bahwa klien mereka mendapat kesaksian yang salah yang kemudian dicabut.
  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau