BEIRUT, SABTU - Kelompok Hizbullah, Sabtu (28/2), meminta pembebasan empat jenderal Lebanon yang telah dipenjarakan tanpa pengadilan selama bertahun-tahun dalam kaitan dengan pembunuhan 2005 atas mantan perdana menteri Rafiq Hariri.
"Penahanan terus mereka ’adalah untuk alasan politik ... yang menunjukkan bahwa mereka bahkan tidak pernah diperiksa selama tiga tahun’," kata pernyataan gerakan kekuatan Syiah.
Pernyataan juga menyerukan diadakannya penyelidikan terhadap hakim Sakr guna ’memberikan hak keputusan untuk membebaskan empat jenderal itu secepat mungkin, dan tidak melakukan tekanan-tekanan politik.’
Pada Jumat, dua hari sebelum mahkamah Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai pembunuhan itu dibuka di Den Haag, Sakr menolak permintaan pembebasan para jenderal itu untuk kedua kalinya dalam pekan ini.
Permintaan serupa juga ditolak Rabu lalu berdasarkan alasan-alasan bahwa pemerintah tidak melakukan penyelidikan secara komplit terhadap mereka, kata seorang sumber yang dekat dengan kasus ini.
Namun, demikian Sakr Rabu telah membebaskan uang jaminan dari tiga tersangka lainnya yang ditahan berkaitan dengan pembunuhan Hariri, dengan bom mobil pada Februari 2005.
Para jenderal tersebut adalah bekas kepala pengawal presiden Mustafa Hamdan, direktur layanan keamanan Jamil Sayyed, ketua keamanan dalam negeri Ali Hajj dan ketua intelijen militer Raymond Azar.
Mereka ditahan pada Agustus 2005, enam bulan setelah pembunuhan Hariri. Dia dibunuh bersama dengan 22 orang lainnya ketika sebuah bom mobil berkekuatan besar menghantam konvoinya yang di dekat pantai Beirut.
Para pengacara mereka telah berulangkali menyatakan bahwa penahanan mereka ’ilegal’ dan ’tidak berdasar’, dan menandaskan bahwa klien mereka mendapat kesaksian yang salah yang kemudian dicabut.