Pencegahan Pembalakan Liar Kurangi Aksi Harimau

Kompas.com - 28/02/2009, 23:49 WIB

JAMBI, SABTU — Dinas Kehutanan Provinsi Jambi meningkatkan operasi pencegahan pembalakan liar guna mempertahankan keutuhan hutan yang tersisa dan mencegah kian mengganasnya harimau sumatera yang telah membunuh enam orang di Kabupaten Muarojambi selama dua bulan terakhir.
    
Kepala Bidang Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi  Jambi Frans Tandipau di Jambi, Sabtu (28/2), mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran kepada pimpinan daerah dan dinas kehutanan kabupaten di Provinsi Jambi, terutama Kabupaten Muarojambi, untuk meningkatkan operasi pembalakan liar.
    
"Operasi terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait akan gencar dilakukan untuk mempertahankan hutan yang tersisa dan habitat hewan yang dilindungi, terutama harimau," katanya.
    
Operasi pemberantasan pembalakan liar, baik secara terpadu maupun operasi khusus dinas kehutanan, secara rutin terus dilakukan, tetapi tidak dipublikasikan karena dikhawatirkan para perambah hutan itu melarikan diri sebelum aparat datang.
    
Sebagian besar operasi yang dilakukan, baik terpadu maupun khusus oleh masing-masing instansi, hanya mendapatkan barang bukti atau temuan kayu tak bertuan karena pelakunya keburu kabur.
    
Dalam keterangan terpisah, Kabid Humas Polda Jambi AKBP Syamsudin Lubis mengatakan, jajaran Polda Jambi tidak pernah berhenti dalam menumpas aksi pembalakan liar dan ke depan akan terus ditingkatkan.
    
Berkurangnya hutan tempat hidup dan berkembangnya hewan yang dilindungi itu tidak saja disebabkan oleh aksi pembalakan, tetapi juga pengembangan berbagai sektor ekonomi, seperti perkebunan dan pertambangan lewat pengalihan fungsi kehutanan.
    
"Mengatasi amukan harimau sumatra itu, perlu melibatkan berbagai instansi terkait untuk mencarikan solusi yang tepat, seperti mempertahankan hutan untuk tidak dialihfungsikan, menggiring atau menempatkan hewan tersebut di areal hutan tertentu, termasuk operasi pemberantasan pembalakan liar," kata Syamsudin Lubis.
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau