Honda Vario Model Knock Down dan Unik

Kompas.com - 04/03/2009, 05:07 WIB

Tampilan Honda Vario 2006 dari Sumedang, Jawa Barat, ini bisa dibilang karya terunik atau modifikasi yang ekstrem. Keunikannya, Deden Darmawan, sang modifikator yang membentuk skubek menjadi low rider, justru ke luar dari pakem aliran tersebut. Kemudian, sistem rem belakang juga tak lazim, termasuk penggerak roda memakai komponen mobil.

Umumnya, modifikasi low rider memundurkan roda belakang dengan menambah undur-undur plus menggeser mesin. Namun, Deden dari SS Custom merenggangkan ban dari standarnya lumayan "jauh" sampai 50 cm dengan dibuatkan lengan ayun (swing arm) baru. "Mundur dengan posisi mesin masih di tempatnya," ujar Deden.

Menurut Deden, konsep modifikasinya menganut sistem knock down alias bongkar-pasang. Jadi, katanya, kalau mau kembali ke standar tinggal melepas lengan ayun yang dibuatnya dari pipa kotak ukuran 4 x 6 cm yang tebalnya 3 mm.

Lantaran mundurnya cukup jauh, sistem penggerak roda belakang dibantu dengan gir dan rantai. Adapun sistem CVT tetap dipertahankan dan dijamin Deden tidak rusak sama sekali. Sementara itu, kombinasi gir depan dan belakang dipilih yang 1:1. "Cara kerja gir depan tetap berhubungan dengan as roda asli dan disambungkan dengan adaptor," jelas ayah dua anak ini.

Adaptornya dibuat dari besi yang mempunyai ketebalan 16 cm. Cukup tebal memang, tujuannya untuk mengejar posisi center antara depan dan belakang. Kemudian, kedua gir dihubungkan dengan rantai untuk menggerakkan roda belakang. Di sini, Deden memilih rantai keteng mobil dari Mitsubishi L300. Rantainya dobel sehingga (lebih) kuat dari (rantai) standar motor," papar Deden.

Untuk sistem penghenti laju, di sini Deden menciptakan keunikan lainnya. Selain mempertahankan aslinya dengan teromol, juga ditambah lagi sistem disc brake. Penempatannya di antara arm dan gir depan, bukannya di velg. Lalu, cara kerja tetap dengan satu handel dan master rem yang ditempatkan di bawah dek sehingga tertutup.

Coba perhatikan bodi motor. Bentuknya yang sudah ekstrem itu juga merupakan knock down dan masih menggunakan rangka asli tanpa ada yang dipotong. Begitu kata Deden. Kemudian, perhatikan juga velgnya. Hasil perpaduan velg mobil Toyota Avanza dengan jari palang milik Jupiter-Z yang disatukan dengan baut.

Luar biasa, hebat! * (Nurfil)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau