Hanya Tuhan yang Tahu Kelanjutan Pasangan SBY-JK

Kompas.com - 04/03/2009, 13:44 WIB

JAKARTA,RABU — Salah satu anggota Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang juga Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Awang Faroek, Rabu (4/3), menegaskan keberlanjutan pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Wakil Presiden Muhammad Jusuf tergantung Allah SWT.

"Kita semua berharap keberhasilan SBY-JK terus berlanjut pada periode berikutnya. Akan tetapi, apakah pasangan SBY-JK akan terus berlanjut, hanya Allah SWT yang tahu," ujar Awang saat ditanya pers seusai bertemu dengan Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu siang.

Sebagai gubernur, Awang mendatangi Wapres Kalla yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk memaparkan rencana pembangunan Kaltim di berbagai bidang dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, pers menanyakan komentarnya tentang kesiapan Wapres Kalla yang akan maju sebagai calon Presiden RI. Jawaban Awang memang agak berbeda dengan pernyataan Wapres Kalla yang dalam beberapa pekan ini menyatakan siap dan mampu jika maju sebagai capres.

Awang kemudian malah menyatakan bahwa suara Partai Golkar di wilayahnya sangat besar, yaitu mencapai 25 persen suara sebagaimana hasil pemilihan kepala daerah di Kaltim tahun lalu. Ia menambahkan, dukungan suara itu diharapkan bisa meningkat lagi dalam Pemilu Legislatif 9 April 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau