MAKASSAR, RABU — Pasca-ditangkapnya anggota DPR, Hadi Djamal, dari daerah pemilihan (Dapil) Sulsel oleh KPK pada Senin malam (2/3) di Jakarta menjadi perbincangan di warung kopi di Makassar, Rabu.
Masyarakat Sulsel yang mengetahui sosok pribadi Hadi seakan tidak percaya dengan kasus dugaan suap terhadap anggota DPR dari fraksi PAN tersebut.
"Sehari sebelum tertangkap, saya sempat memasang baliho Hadi Djamal ukuran besar di persimpangan jalan Jenderal Hertasning-Toddopuli Raya Makassar," ujar Zainal di warung kopi Cappo, milik salah seorang anggota DPRD Sulsel.
Belasan pengunjung warung kopi berjarak sekitar 200 meter dari kediaman KH Djamaludidn Amien, ayah kandung Hadi, larut dalam pembicaraan kasus dugaan suap yang menimpa putra mantan Ketua DPW Muhammadiyah dan salah seorang deklarator PAN Sulsel.
Zainal yang datang bersama rekannya di warung kopi itu mengaku sangat kaget dengan tertangkapnya Hadi. Hadi Djamal adalah salah seorang caleg DPR RI pada pemilu April 2009 dari Dapil I Sulsel yang mereka nilai berpeluang besar terpilih kembali ke Senayan.
Hadi Djamal, menurut mereka, adalah sosok agamais yang dikenal jujur, merakyat, dan gigih memperjuangkan pembangunan infrastruktur di Sulsel dan daerah lainnya di kawasan timur Indonesia (KTI).
Sementara itu, pengamat politik dari Unhas Hasrullah mengatakan, untuk kesekian kalinya nama Sulsel kembali tercoreng karena kasus korupsi anggota DPR.
Kasus serupa yang menimpa tiga anggota DPR dari Dapil Sulsel sebelumnya ternyata tidak bisa menjadi "shock therapy" bagi anggota DPR lainnya. Hal itu diungkapkan Hasrullah tanpa menyebut nama legislator asal Sulsel yang tersangkut kasus korupsi.
Pihak KPU Sulsel menyatakan, status Hadi Djamal dalam daftar celeg DPR pada Pemilu 2009 adalah kewenangan KPU Pusat, sementara KPU provinsi hanya menangani caleg tingkat provinsi.