JAKARTA, RABU — Kondisi krisis ekonomi global membuat pengembang raksasa Summarecon Agung menunda pengembangan residensial di Bekasi Barat. Padahal sebelumnya, Summarecon sudah menyiapkan dana investasi senilai Rp 5 triliun untuk membangun hunian di kawasan seluas 250–350 hektar itu.
“Kami melihat kondisinya belum memungkinkan, makanya kami tunda dulu,” ujar Direktur Utama PT Summarrecon Agung Johannes Mardjuki, Rabu (3/3) di Jakarta.
Penundaan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Meski demikian, pengembang masih melihat wilayah Bekasi Barat cukup potensial untuk pengembangan residensial. Mereka menganggap kawasan ini akan sepesat Serpong di Tangerang.
“Kami akan melihat waktu yang pas. Momentumnya belum tepat, kalau kami harus memaksakan diri masuk ke sana,” katanya.
Asal tahu saja, Summarecon sudah membuat rencana untuk mengembangkan Bekasi Barat menjadi Kota Mandiri. Lama pengembangannya sekitar 10 tahun. Maklum saja, di lahan seluas itu akan dibangun berbagai macam fasilitas, seperti sekolah, taman, pertokoan, mal, pusat belanja, pasar, dan kawasan bisnis.
Di lahan Kota Bekasi Mandiri tersebut juga akan dibangun kompleks perumahan sebanyak 250.000 unit dari berbagai tipe. Konsep pembangunannya hampir menyerupai Kelapa Gading dan Summarecon Serpong. Bahkan, untuk menghidupkan kawasan tersebut pengembang juga berencana membangun jalan layang yang menelan biaya Rp 110 miliar pada Juni mendatang.
Untuk sementara ini, Summarecon akan berkonsentrasi pada pengembangan residensial di Kelapa Gading dan Serpong. Di kedua lokasi itu, Summarecon memang tengah mengembangkan perumahan Kelapa Gading Orchad dan Scientia Serpong yang saat ini sedang berjalan. Mereka menargetkan, kedua proyek itu bisa rampung pada 2011.
“Kami menyiapkan dana sekitar Rp 800 miliar untuk kedua proyek tersebut,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang