Peluang Indonesia 50-50 Lawan Kuwait

Kompas.com - 04/03/2009, 18:31 WIB

SOLO, RABU — Sekjen PB Pelti Subronto Laras mengatakan, peluang tim Indonesia fifty-fifty saat melawan Kuwait di babak penyisihan Piala Davis Grup II Asia/Oseania. Duel akan berlangsung 6-8 Maret di Lapangan Tenis Manahan, Solo, Jawa Tengah.

"Memang, tim ini lebih banyak dihuni pemain baru. Hanya Prima Simpatiaji yang pernah bertemu Kuwait. Tetapi peluang tim merah putih 50-50," katanya di sela menyaksikan latihan tim Indonesia di lapangan tenis Manahan Solo, Rabu (4/3).

Dalam pertarungan kali ini, Indonesia yang dilatih Sten Van Beurden dari Amerika Serikat menurunkan wajah baru, yakni Christoper Benjamin Rungkat, Nesa Artha, dan Sunu Wahyu Trijati. Jadi, mereka belum pernah bertemu pemain Kuwait.

"Tetapi kemampuan para pemain ini tidak perlu diragukan lagi. Mereka bisa menumbangkan lawannya," ungkap Subronto yang tak mengkhawatirkan perbedaan postur tubuh.

"Tidak ada masalah. Tetapi seandainya berpengaruh, mungkin pada permainan ganda," ungkapnya.

Sementara itu, pemain andalan Kuwait Muhammed Ghareeb menegaskan bahwa rekan-rekannya sudah siap menaklukkan Indonesia. Mereka bisa beradaptasi dengan cuaca di Solo.

"Saya kira semua pemain Kuwait yakin mampu bertanding dengan baik menghadapi Indonesia. Tidak ada masalah dengan cuaca, meski cuaca di Solo sering berubah. Kami bisa menyesuaikan diri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau