SOLO, RABU — Sekjen PB Pelti Subronto Laras mengatakan, peluang tim Indonesia fifty-fifty saat melawan Kuwait di babak penyisihan Piala Davis Grup II Asia/Oseania. Duel akan berlangsung 6-8 Maret di Lapangan Tenis Manahan, Solo, Jawa Tengah.
"Memang, tim ini lebih banyak dihuni pemain baru. Hanya Prima Simpatiaji yang pernah bertemu Kuwait. Tetapi peluang tim merah putih 50-50," katanya di sela menyaksikan latihan tim Indonesia di lapangan tenis Manahan Solo, Rabu (4/3).
Dalam pertarungan kali ini, Indonesia yang dilatih Sten Van Beurden dari Amerika Serikat menurunkan wajah baru, yakni Christoper Benjamin Rungkat, Nesa Artha, dan Sunu Wahyu Trijati. Jadi, mereka belum pernah bertemu pemain Kuwait.
"Tetapi kemampuan para pemain ini tidak perlu diragukan lagi. Mereka bisa menumbangkan lawannya," ungkap Subronto yang tak mengkhawatirkan perbedaan postur tubuh.
"Tidak ada masalah. Tetapi seandainya berpengaruh, mungkin pada permainan ganda," ungkapnya.
Sementara itu, pemain andalan Kuwait Muhammed Ghareeb menegaskan bahwa rekan-rekannya sudah siap menaklukkan Indonesia. Mereka bisa beradaptasi dengan cuaca di Solo.
"Saya kira semua pemain Kuwait yakin mampu bertanding dengan baik menghadapi Indonesia. Tidak ada masalah dengan cuaca, meski cuaca di Solo sering berubah. Kami bisa menyesuaikan diri," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang