SBY: Hindari "Black Campaign"

Kompas.com - 05/03/2009, 12:53 WIB

BANDAR LAMPUNG, KAMIS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Provinsi Lampung, Kamis pagi membuka Sidang Tanwir  Muhammadiyah kedua di Bandar Lampung.
     
Dalam sambutannya, Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono  menyambut baik upaya dan sumbangsih Muhammadiyah untuk terus berusaha memperbaiki sistem demokrasi di tanah air .
     
"Mari bangun moralitas dan etika dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara termasuk etika dalam kehidupan politik dan demokrasi. Saya setuju itu," kata Presiden.
     
Menurut Yudhoyono, banyak godaan dalam berdemokrasi dan yang paling mencemaskan adalah upaya mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara.
     
"Banyak cara-cara yang baik untuk mencapai tujuan termasuk tujuan politik. Cara-cara seperti black campaign dan money politics bukan pilihan kita. Mari kita cegah bersama-sama," katanya.

Tak ragu kritik
     
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dalam kesempatan itu mengharapkan adanya kemitraan strategis yang bersifat proporsional antara Muhammadiyah dengan Pemerintah.
     
Muhammadiyah, lanjutnya akan selalu mendukung pemerintah yang menjalankan pemerintahan dengan baik dan benar.
     
"Tetapi, Muhammadiyah tak akan segan-segan menjalankan amar makruf nahyi munkar, untuk mengkritik dan mengoreksi pemerintah yang salah dan tidak amanah," katanya.
     Din mengajak warga Muhammadiyah untuk berperan aktif dalam  kegiatan politik kebangsaan termasuk pemilu anggota legislatif serta  pemilihan presiden dan wapres.
     
"Saya menyerukan warga Muhammadiyah khususnya agar menggunakan hak pilihnya dalam pemilu nanti dengan sebaik-baiknya, sebagai manifestasi hak dan tanggung jawab sebagai warga negara yang menginginkan perbaikan dalam kehidupan," katanya.
     
Sidang Tanwir kedua yang merupakan rapat pimpinan Pengurus Wilayah Muhammadiyah ini akan mempersiapkan tata tertib pemilihan pimpinan pusat Muhammadiyah periode 2010 - 2015 sekaligus membentuk panitia pemilihan.
     
Hadir dalam acara ini Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mensesneg Hatta Rajasa dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Usai membuka sidang Tanwir, Presiden dan rombongan langsung menuju Bandara Raden Inten untuk kembali ke Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau