Mendagri: Foto Bugil Almuni IPDN Tak Perlu Dibesar-besarkan

Kompas.com - 07/03/2009, 17:51 WIB


SUMEDANG, SABTU - Mendagri Mardiyanto menilai penyebaran foto bugil alumni IPDN tak perlu dibesar-besarkan, karena keterkaitan alumni dengan IPDN terlalu jauh.
     
"Semua pihak hendaknya berpikir positif, sejauh mana implikasi masalah itu terhadap prestasi dan hal-hal substansial lain. Apabila dikatakan merusak nama baik boleh saja, tetapi hal itu tidak perlu dibesar-besarkan," katanya di Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu.
     
Ia mengemukakan hal itu setelah menandatangani nota kesepahaman antara IPDN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) di kampus IPDN Jatinangor, Jabar. Dalam acara itu, Mendagri menyetujui ITB mengerjakan "desain baru" dan pembangunan kampus IPDN regional pada sejumlah daerah di Indonesia.
     
"Pembenahan IPDN sudah dilakukan sejak tahun 2007 dan pembenahan akan terus dilakukan," katanya. Pada  September 2009, IPDN akan menerima calon praja baru di tingkat pusat maupun regional dengan pola dan kurikulum pembelajaran yang baru akan diterapkan.
     
Menjawab permintaan Rektor IPDN tentang kekurangan staf pengajar IPDN regional, ia menyatakan hal itu akan ditanggulangi dengan kerja sama IPDN dengan perguruan tinggi lokal.
     
Sementara itu, Humas Depdagri, Saur Situmorang mengatakan MoU IPDN-ITB tidak akan terbatas masalah revitalisasi infrastrukur saja, namun juga menyangkut kerja sama dalam bisang pengajaran.
     
"ITB diperlukan untuk memperbaiki infrastruktur dengan bantuan desain yang lebih effisien dan pemanfaatan ruang yang maksimal," katanya.
     
Ia mengatakan anggaran revitalisasi akan disalurkan sesuai program dan dilakukan secara bertahap. Infrastruktur yang sudah ada akan dikembangkan sedemikan rupa agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
     
"Bagi daerah yang belum siap infrastrukturnya, akan diberi waktu untuk mempersiapkan diri," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau