SEOUL, MINGGU — Korea Utara memperingatkan akan membalas setiap upaya untuk menyergap sebuah satelit yang akan diluncurkan negara itu. Penembakan satelit tersebut akan dianggap sebagai perang.
"Kami akan membalas aksi penyergapan satelit kami untuk kepentingan damai dengan serangan balasan segera yang menggunakan peralatan militer paling kuat," kata seorang juru bicara angkatan bersenjata Korea Utara, Senin (9/3).
"Penembakan satelit kami yang diluncurkan untuk tujuan damai akan berarti perang," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Kantor Berita KCNA.
Pembalasan itu, kata pernyataan tersebut, akan ditujukan "tidak saja pada semua sarana penyergap yang terlibat, tetapi juga pada markas agresor AS dan Jepang dan boneka Korea Selatan yang menyusun rencana untuk penyergapan itu".
Korea Utara mengatakan bulan lalu bahwa mereka bersiap-siap meluncurkan sebuah satelit, tetapi AS dan sekutu-sekutunya yakin bahwa Pyongyang mungkin akan melakukan pengujian rudal jarak jauh yang akan meningkatkan ketegangan global.
Pyongyang sebelumnya menguji-coba rudal-rudal dengan samaran peluncuran satelit, dan analis mengatakan bahwa pernyataan negara komunis itu belum lama ini mengindikasikan bahwa mereka akan melakukan pengujian yang akan menarik perhatian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang