Pramono Anung: Golkar-PDI-P Pasti Menang

Kompas.com - 11/03/2009, 16:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika Partai Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam pemilihan presiden mendatang, PDI-P memprediksikan kemenangan ada di tangan mereka.

Demikian disampaikan oleh Sekjen PDI-P Pramono Anung dalam keterangan pers bersama Golkar di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Rabu (11/3), menjelang pertemuan kedua pimpinan partai tersebut besok.

Pramono mengaku sudah melakukan perhitungan kekuatan jika PDI-P dan Golkar bergandengan pascapemilihan legislatif nantinya. "Saya sudah buat perhitungan, kalau Golkar dan PDI-P bergabung, 86 persen kita akan menang di pusat dan lebih dari 76 persen di daerah tingkat satu dan dua," ujar Pramono.

Menurut Pramono, angka ini merupakan kekuatan riil untuk mendukung pemerintahan yang kuat, seperti yang dicita-citakan oleh kedua partai lama tersebut. Selain itu, angka ini juga menjadi modal yang cukup kuat untuk mendorong pemerintahan yang stabil dalam jangka panjang sehingga dapat menekan biaya pemerintah.

"PDI-P yakin jika dengan Golkar semua kebijakan akan didukung parlemen," ujar Pramono. Namun, Pramono belum dapat memastikan juga bahwa JK dan Mega akan segera membicarakan atau bahkan memastikan koalisi dalam pertemuan besok.

"Besok mungkin belum bicara bagi-bagi kue, wong rotinya saja belum ada," tandas Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau