SOLO, KOMPAS.com — Lampu gantung dan arca perunggu di Museum Radya Pustaka, Solo, yang diduga palsu diperkirakan buatan perajin perunggu di Trowulan, Mojokerto. Poltabes Surakarta, Kamis (12/3), meminta keterangan dua perajin dari Mojoagung, Jombang, yakni Istono dan Setia Pamuji. Keduanya diperkirakan mengetahui tentang pembuatan lampu gantung itu. Seusai dimintai keterangan di Poltabes, keduanya dibawa ke Museum Radya Pustaka.
Istono seusai diperlihatkan sejumlah koleksi di Ruang Perunggu di Museum Radya Pustaka mengungkapkan, ia pernah mendapat pesanan pembuatan lampu gantung perunggu dari seseorang di Australia. "Sudah ada gambar fotonya, tinggal meniru saja. Saya sendiri tidak mengerjakan pesanan itu karena spesialisasi saya dari logam kuningan," kata Istono.
Kepala Satuan Reskrim Poltabes Surakarta Komisaris Suharyanto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menetapkan tersangka. Pihaknya terkendala dengan orang-orang yang diperkirakan mengetahui masalah ini, tetapi telah meninggal. "Kesulitan lainnya, waktu kejadiannya juga sudah lama, sejak tahun 1970-an," katanya.
Hasil inventarisasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pada akhir 2007 menyebutkan, dari koleksi 85 arca perunggu di Museum Radya Pustaka, sebanyak 34 arca dipastikan palsu, 18 arca diduga palsu, dan 33 arca asli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang