Gates Orang Terkaya di Dunia

Kompas.com - 13/03/2009, 04:42 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Pendiri Microsoft Corp, Bill Gates, kembali menjadi orang terkaya sejagat. Dia menggeser posisi Warren Buffett, sahabatnya yang sempat menjadi orang terkaya tahun lalu. Buffett, investor kawakan itu, juga tidak luput dari krisis dan nilai kekayaannya susut 25 miliar dollar AS.

Demikian diungkapkan majalah Forbes terbitan Rabu (11/3) yang mengeluarkan daftar 1.000 orang terkaya di dunia. Gates kembali menjadi orang terkaya dengan kekayaan sebesar 40 miliar dollar AS. Tahun lalu, posisi Gates ada di tempat ketiga dengan aset 58 miliar dollar AS.

Buffett orang terkaya tahun lalu turun ke tempat kedua dengan kekayaan 37 miliar dollar dari 62 miliar dollar AS karena saham perusahaannya, Berkshire Hathaway, merosot hampir 50 persen dalam 12 bulan terakhir.

Konglomerat telekomunikasi dari Meksiko, Carlos Slim, menempati urutan ketiga dengan kekayaan 35 miliar dollar AS, turun dari 60 miliar dollar AS sebelumnya.

Jumlah kekayaan para jutawan itu jauh melampaui 90 miliar dollar AS besaran APBN RI yang berpenduduk 240 juta jiwa.

Para jutawan itu mengalami penurunan nilai kekayaan karena krisis. Ada 656 jutawan yang mengalami penurunan susut, tetapi sekitar 44 jutawan lainnya malah mengalami peningkatan kekayaan.

Aset rata-rata para jutawan itu 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 24 triliun), turun 23 persen daripada tahun sebelumnya. Usia rata-rata para jutawan itu 62 tahun, dua tahun lebih muda dibandingkan dengan tahun lalu. Sekitar 60 persen orang kaya itu membangun kekayaannya dari nol.

Warga AS masih mendominasi jajaran jutawan itu dan 44 persen dari total kekayaan jutawan sejagat yang ada dalam daftar tersebut. Warga AS mendominasi 45 persen dalam daftar, naik 3 persen dari tahun lalu.

Lima jutawan asal Indonesia masuk dalam urutan 400 hingga 700-an di daftar itu.

Chief Executive Forbes Steve Forbes mengatakan, para jutawan yang tertimpa kesulitan berarti buruk bagi perekonomian. ”Para jutawan itu tidak perlu khawatir mengenai makanan mereka, tetapi jika kekayaan merosot dan tidak ada jutawan baru, berarti ada yang salah dengan dunia ini. Para jutawan itu kehilangan sepertiga kekayaannya,” demikian tulis Forbes.

Kekayaan bersih dari para jutawan di dunia itu turun dari 4,4 triliun dollar AS menjadi 2,4 triliun dollar AS.

”Untuk pertama kali sejak 2003 terjadi penurunan jumlah jutawan, kami juga belum pernah melihat penurunan sebanyak ini,” ujar editor Forbes, Luisa Kroll. Forbes mencatat, jumlah orang kaya di dunia berkurang sepertiga menjadi 793 orang tahun lalu dari 1.125 orang tahun 2006.

Wali kota terkaya

Kota New York menggantikan Moskwa sebagai kampung halaman para jutawan dengan memasok 55 orang. Rusia, yang jumlah orang kayanya melonjak tahun lalu, menderita karena jatuhnya pasar saham. Jumlah orang kaya Rusia merosot dari 87 orang menjadi 32 orang.

Jumlah jutawan Turki juga turun dari 35 orang menjadi 13 orang, sebagian besar karena merosotnya mata uang kurs lira Turki.

Anil Ambani, pebisnis India, yang meraih kenaikan aset terbesar tahun lalu, kali ini mengalami kekalahan terbesar. Asetnya sebesar 32 miliar dollar AS lenyap sekejap dalam 12 bulan terakhir. Peringkatnya turun drastis dari nomor enam menjadi nomor 34 dengan kekayaan sebesar 10,1 miliar dollar AS.

”India cukup terpuruk,” ujar Kroll. Dalam daftar tahun lalu, ada empat orang India dalam jajaran 10 besar, tetapi kini hanya ada dua orang. Jumlah jutawan India merosot setengah dari 24 orang.

Dari 1.000 orang terkaya dalam daftar itu, 656 orang mengalami kemerosotan aset, 52 orang stabil, dan hanya 44 orang yang berhasil meningkatkan aset.

Satu-satunya orang dalam jajaran 20 besar yang tidak kehilangan uangnya adalah Wali Kota New York Michael Bloomberg. Kekayaannya naik menjadi 16 miliar dollar AS dari 11,5 miliar dollar AS karena ada revaluasi dari perusahaan medianya, Bloomberg LP.

Bloomberg juga sekaligus menjadi orang terkaya di New York. Peringkatnya di daftar itu melonjak dari nomor 65 menjadi nomor 17 terkaya sejagat.

(Forbes/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau