Ambil Langkah Bersama Hadapi Krisis

Kompas.com - 13/03/2009, 08:12 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Jepang mengatakan akan menyerukan untuk menyatukan aksi guna menstimulasikan ekonomi global dan untuk memperketat regulasi finansial pada pertemuan akhir pekan para pemimpin keuangan dunia.
    
"Kami dapat membuat berbagai kebijakan kami lebih efektif dengan setiap negara mengambil berbagai langkah stimulus fiskal secara simultan," kata Menteri Keuangan Jepang Kaoru Yosano, Kamis (12/3), menjelang pertemuan para pemimpin keuangan dari kelompok 20 (G-20) di Inggris yang dijadwalkan 2 April mendatang.
    
"Kami akan mendesak agar secepatnya dibentuk sistem regulasi global yang efektif yang meliputi semua sektor termasuk membatasi dana," katanya.
    
Jepang juga akan menyerukan untuk pendanaan lebih besar bagi institusi-institusi internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Pembangunan Asia (ADB), untuk memungkinkan mereka memainkan peranan lebih besar dalam mengatasi krisis finansial, kata Yosano.
    
Pertemuan tersebut merupakan dasar untuk pertemuan puncak (KTT) 2 April mendatang antara negara maju dan berkembang (G-20) di London, muncul di tengah-tengah adanya tanda-tanda kesalahpahaman antara para pemimpin Amerika Serikat dan Eropa seputar berbagai upaya mengatasi krisis ekonomi global.
    
Gedung Putih telah mendesak untuk mengeluarkan anggaran lebih besar oleh negara-negara anggota G20, sementara beberapa negara Eropa membantah bahwa langkah-langkah pembiayaan telah berjalan dan bahwa seharusnya fokus pada perbaikan regulasi guna mencegah lebih banyak pengambilan risiko.
    
Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Rabu lalu, menyerukan untuk mengambil persetujuan bersama dalam setiap pengambilan langkah global guna mendorong ekonomi, serta perbaikan semua yang terkait peraturan.
    
Ekonomi Jepang yang tergantung ekspor sangat terpukul dengan resesi ekonomi global yang menyebabkan permintaan untuk barang-barang negara itu menurun.
    
Ekonomi Jepang tahunan mengalami pelemahan 12,1 persen pada kuartal IV-2008, sedikit lebih kecil ketimbang kuartal pertama tetapi tetap merupakan kinerja buruknya dalam hampir 35 tahun, kata pemerintah, Kamis.
    
Kelompok G-20 meliputi negara-negara anggota Kelompok 7 (G-7): Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat, plus Uni Eropa serta negara sedang tumbuh termasuk China, Brasil, India, Korea Selatan, dan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau