BANTUL, KOMPAS.com — Selama tahun 2008 angka partisipasi program keluarga berencana atau KB di Kabupaten Bantul mencapai 77 persen. Angka tersebut jauh di atas tingkat pencapaian rata-rata Provinsi DIY yang hanya 65 persen dan jauh di atas rata-rata nasional sebesar 56 persen.
Menurut Kepala Badan Kesejahteraan Keluarga (BKK) Kabupaten Bantul Joko Sulasno, Jumat (13/3), tingginya angka partisipasi KB salah satunya dipengaruhi oleh peran kader-kader KB. Jumlah kader KB di Bantul sebanyak 6.869 orang dengan rincian koordinator Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebanyak 75 orang, PPKBD sebanyak 972 orang, dan sub-PPKBD sebanyak 5.822 orang.
Para kader tersebut berperan sebagai tenaga motivator, konselor, administrator, pendamping, pendata, fasilitator, dan motor program pembangunan nonfisik khususnya KB dan kesehatan reproduksi ibu.
Tingginya partisipasi program KB membuat tingkat pertumbuhan penduduk di Bantul lebih terkendali. Program KB memengaruhi angka Total Fertility Rate (TFR) atau angka kesuburan rata-rata yang mencapai 1,8 atau setiap perempuan rata-rata kurang dari 2 anak yang dilahirkan selama reproduksinya.
Program KB juga membuat ukuran keluarga mengecil yakni hanya 3,34, artinya setiap keluarga terdiri maksimal 4 orang (bapak-ibu dan anak). "Dari hasil pendataan yang dilaksanakan jumlah penduduk Bantul tahun 2008 sebanyak 824.261 orang. Jumlah itu tergolong terkendali," katanya.
Joko menambahkan, keberhasilan program KB berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Kondisi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bantul dapat ditunjukkan oleh angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat pada tahun 2007 mencapai 4,88 dan diperkirakan pada tahun 2009 mencapai 5,35 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang