Polisi Vs Sopir Angkot: "Kucing-kucingan" di Cawang

Kompas.com - 15/03/2009, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun operasi ketertiban lalu lintas kerap digelar dan spanduk imbauan polisi tentang isu yang sama banyak terpampang di pinggir jalan, tetap saja sopir angkutan berulah seenaknya. Hasilnya mudah diterka, ya, kemacetan lalu lintas.

Sopir hanya bisa tertib kalau polisi ada di lokasi rawan macet. Itu pun masih membutuhkan perhatian khusus dan teguran langsung. Kesaksian ini yang disampaikan Bintara Asep, salah satu polisi lalu lintas yang sedang bertugas di simpang UKI, Jakarta, Minggu (15/3) siang.

Tak heran jika Asep mengaku sering kesal dengan perilaku para sopir tersebut. Ia mengatakan, untuk menertibkan para sopir, tidak cukup hanya dengan menegur dan menilang. "Kita polisi sudah sering menilang para sopir tersebut, bahkan kadang SIM, STNK, dan KIR mereka sudah kita sita semua, tapi tetap saja mereka ngetem," ujar Asep.

Ia juga mengatakan, jika dalam bertugas lengah sedikit saja, pasti kendaraan itu akan berhenti lagi. Karenanya, polisi terpaksa harus menggiring angkutan umum itu sampai meninggalkan lokasi ngetem.

Sementara itu, salah satu sopir angkot 461 jurusan Pasar Rebo-Pondok Gede yang menolak disebutkan namanya, mengaku dirinya sering ditilang polisi. Bahkan ketika operasi beberapa hari lalu, ia dua kali ditilang. SIM dan STNK-nya pun ditahan. Namun, meskipun begitu ia mengaku tak kapok untuk terus ngetem. "Ya, mau gimana lagi Mas? Nyari penumpang yang rame di sini," kata dia singkat.

Ketika disinggung soal "damai" dengan polisi. Ia hanya tertawa sambil menjawab, "Ya, Mas tahu sendirilah."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau