SEMARANG, KOMPAS.com - Calon Presiden RI, Prabowo Subianto, Minggu (15/3) mengaku sangat kecewa terhadap perlakuan media elektronik pada kegiatan kampanye dirinya. Pasalnya, setiap kali tampil, dirinya selalu diliput repoter media elektronika, tapi selalu pula tidak ada yang menyiarkan beritanya.
Hal itu sangat berbeda dengan media cetak, yang menurutnya selalu meliput dan beritanya selalu ada. "Saya heran, jarang sekali media elektronik memuat berita saya, ini tidak adil," kata Prabowo Subianto ketika memaparkan visinya di peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Soko Tunggal, Sendangguwo, Kota Semarang.
Menurut Prabowo, pihaknya memahami kenapa media elektronik tidak banyak memberitakan kegiatan kampanyenya. Menurutnya media elektronik sebagian besar telah dikuasai oleh tokoh-tokoh yang tidak hanya memiliki modal tapi juga pandangan politik yang berbeda dengasn Partai Gerindra.
"Kalau Partai Gerindra kini gencar menawarkan perubahan, barangkali tema besar itu tidak sejalan dengan misi para pemodal yang menguasai media elektronik. Mereka adalah pemodal besar, yang menyerap dana dari rakyat dan mengendalikan media massa untuk kepentingan politik mereka," ujar Prabowo.
"Kalau mau jujur, rekan-rekan wartawan media elektronik begitu banyak hadir di sekitar ini. Mereka pasti mengirim gambar liputan, tapi saya jamin sedikit sekali yang menayangkan hasilnya. Saya sendiri juga tidak peduli, bahasa jawanya, ora disiarke yo ora pathek-en wis," kata Prabowo Subianto juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang