Saat Kampanye Sehat, Tiba-tiba Dikabarkan Meninggal

Kompas.com - 17/03/2009, 08:30 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Murkaini Datuk Rajo Nan Kayo, caleg Partai Amanat Nasional, diketahui sehat-sehat saja ketika ikut kampanye damai di Kota Solok, Senin (16/3). Tiba-tiba saja kabar duka menyebutkan Murkaini meninggal.

Demikian dituturkan Ramdani Donen, caleg PAN yang sama-sama maju dalam pemilihan di Kota Solok. Saat kampanye damai sepanjang siang tadi, Murkaini tampak sehat bahkan lebih antusias dibandingkan caleg lain. Selama iring-iringan kampanye, Murkaini menumpang di satu dari empat mobil bak terbuka yang disediakan oleh caleg partai itu. Tercatat, 13 orang caleg PAN yang maju untuk pemilihan tingkat Kota Solok.

Seusai kampanye damai sekitar pukul 13.30, para kader PAN berkumpul di kantor DPD PAN Kota Solok untuk makan bersama. Setelah itu, mereka kembali ke rumah masing-masing. Murkaini yang pensiunan lurah diketahui masih dalam kondisi sehat. Sekitar pukul 16.30, Murkaini dikabarkan meninggal.

"Saya kaget sewaktu mendengar kabar duka itu. Tetangga rumah Pak Murkaini juga menyebutkan beliau meninggal mendadak saja tanpa diketahui penyakitnya," papar Ramdani yang telah melayat ke rumah duka. Jenazah rencananya akan dimakamkan hari Selasa.

Murkaini mendapatkan nomor urut 10 di partainya dalam rangka memperebutkan kursi sebagai wakil Kota Solok untuk daerah pemilihan II atau di Lubuk Sikarah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau