Wisata Bahari Sulut Diharapkan Samai Australia dan Karibia

Kompas.com - 18/03/2009, 09:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perairan Sulawesi Utara (Sulut), termasuk kawasan Taman Nasional Bunaken berpotensi besar menjadi tujuan utama wisata bahari (marine tourism) dunia.

"Selama ini, Sulawesi Utara sudah menjadi salah satu tujuan wisata utama di Indonesia dan telah kami promosikan di tingkat dunia," kata Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Wardiatmo, di Jakarta, Selasa (17/3).

Menurut dia, Sulut dengan segala macam potensi lautnya dapat menjadi tujuan utama wisata bahari dunia. Sulut memiliki Bunaken yang merupakan taman laut dunia yang menjadi primadona menyelam bagi para penyelam dunia.

"Di Sulut, termasuk Bunaken, Selat Lembeh dan sekitarnya terdapat sekitar 54 titik penyelaman yang menakjubkan," katanya.

Di perairan itu aneka ragam jenis ikan tropis dan terumbu karang tumbuh berkembang. Bahkan belum lama ini kawasan Selat Lembeh, bersama Taman Laut Nasional Bunaken dan Perairan Likupang diusulkan sebagai "Marine World Heritage Site" berdasarkan "North Sulawesi Tourist Guide".

Sementara itu, Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, Gellwynn Jusuf, mengatakan, ke depan perairan di kawasan Sulawesi Utara dirancang untuk menyamai Australia dan Karibia.

"Marine tourism sangat berkembang di Australia dan mampu menghasilkan 1 miliar dolar AS per tahun sementara di Karibia dari sektor yang sama dihasilkan 9 miliar dolar AS," katanya.

Selain itu, melakukan investasi pembangunan pariwisata di kawasan Sulut juga sangat diharapkan karena wilayah itu dihuni oleh sekitar 120 juta masyarakat yang kehidupannya sangat tergantung pada tingkat kualitas dan sumber daya alam.

"Ini juga menyangkut ketahanan dan kebutuhan serta food security masyarakatnya secara langsung," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau