Demokrat Juga Bantah Jhony Allen Terlibat dengan AHD

Kompas.com - 18/03/2009, 10:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus pengadaan proyek fasilitas laut dan bandara di Indonesia Timur, Abdul Hadi Djamal (AHD), mulai menyeret sejumlah nama rekannya di Panitia Anggaran (Panggar) DPR. Selain Rama Pratama (F-PKS), nama anggota panggar asal Fraksi Partai Demokrat, Jhony Allen, ikut disebut-sebut sebagai perantara AHD. Menanggapi hal ini, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

"Lihat dulu proses hukumnya. Itu kan baru cerita. Saya juga pernah mengalami hal yang sama, ada yang mengaku sebagai saya, bikin rekening atas nama saya. Sekarang kan gampang saja. Bisa saja ada orang mengaku Jhony Allen," kata Marzuki kepada Kompas.com, Rabu (18/3) pagi.

Demokrat, lanjut Marzuki, sudah meminta penjelasan Jhony Allen atas dugaan keterlibatannya. "Beliau menyatakan tidak terlibat, masa mau kita paksa mengaku kalau tidak terlibat?" ujarnya.

Saat ditanya apakah pihaknya melihat ada indikasi manuver menjelang pemilu, Marzuki tak menampik kemungkinan tersebut. "Mendekati pemilu macam-macam memang yang bisa dikeluarkan untuk menjelek-jelekkan. Tapi biar saja, masyarakat sudah cerdas," kata Marzuki.

Beberapa waktu lalu, Jhony Allen juga membantah dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut. Pihak AHD menyatakan, kasus tersebut berkaitan dengan tugas panggar, bukan sebagai anggota Komisi V DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau