JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus pengadaan proyek fasilitas laut dan bandara di Indonesia Timur, Abdul Hadi Djamal (AHD), mulai menyeret sejumlah nama rekannya di Panitia Anggaran (Panggar) DPR. Selain Rama Pratama (F-PKS), nama anggota panggar asal Fraksi Partai Demokrat, Jhony Allen, ikut disebut-sebut sebagai perantara AHD. Menanggapi hal ini, Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.
"Lihat dulu proses hukumnya. Itu kan baru cerita. Saya juga pernah mengalami hal yang sama, ada yang mengaku sebagai saya, bikin rekening atas nama saya. Sekarang kan gampang saja. Bisa saja ada orang mengaku Jhony Allen," kata Marzuki kepada Kompas.com, Rabu (18/3) pagi.
Demokrat, lanjut Marzuki, sudah meminta penjelasan Jhony Allen atas dugaan keterlibatannya. "Beliau menyatakan tidak terlibat, masa mau kita paksa mengaku kalau tidak terlibat?" ujarnya.
Saat ditanya apakah pihaknya melihat ada indikasi manuver menjelang pemilu, Marzuki tak menampik kemungkinan tersebut. "Mendekati pemilu macam-macam memang yang bisa dikeluarkan untuk menjelek-jelekkan. Tapi biar saja, masyarakat sudah cerdas," kata Marzuki.
Beberapa waktu lalu, Jhony Allen juga membantah dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut. Pihak AHD menyatakan, kasus tersebut berkaitan dengan tugas panggar, bukan sebagai anggota Komisi V DPR.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang