Hunian Modern Penyelaras Gaya Hidup

Kompas.com - 19/03/2009, 14:26 WIB

KOMPAS.com - Tak perlu menjauhi pusat kota dan keramaian untuk memeroleh kenyamanan di sebuah hunian apartemen. Kini, banyak ditawarkan apartemen di Jakarta yang bukan hanya nyaman tetapi juga strategis. Sejengkal dari gerbang parkir apartemen, Anda pun sudah bisa menghadap langsung ke pusat bisnis di tengah kota, jalan protokol, pusat hiburan, serta segala keinginan yang ingin Anda penuhi.  

Fenomena ini tidak terlepas dari konsep back to the city yang dianut para kaum urban. Selain lokasi strategis, desain suasana alami yang dikemas secara modern, minimalis dan kreatif, menjadi pertimbangan kaum urban Jakarta.  Mereka enggan mencari hunian yang jauh dari tempatnya berbisnis, berbelanja, berburu hiburan, serta mencari ide-ide kreatif. Hunian sebuah apartemen harus praktis, namun harus tetap pula nyaman meskipun di tengah sesaknya kota.

Hadirnya Gandaria Heights merupakan satu dari sekian banyak tawaran apartemen di Jakarta yang ingin memenuhi prinsip dan keinginan-keinginan kaum urban tersebut. Dari dua show unit yang ada saat ini, apartemen di Superblok Gandaria City berusaha menyuguhkan suasana alami yang dikemas secara modern dan high tech.

White Effect

Memenuhi keinginan praktis dan nyaman, misalnya, Gandaria Heights menyiasati luas ruangan yang terbatas dengan menampilkan detail ornamen-ornamen yang penuh inspirasi garapan kreatif para disainer interior Singapura. Dengan dominasi rancangan ruang serba terbuka, tata ruang Gandaria Heights menciptakan kesan lapang dan simpel untuk menghubungkan living room, ruang kerja, kamar tidur, kamar mandi, serta kamar tidur.

Konsep open plan apartemen ini memang sengaja meminimalkan pemakaian sekat. Meskipun sebetulnya, pemisahan antar ruang dibuat seolah-olah hilang, yaitu dengan hadirnya bidang-bidang kaca bening sebagai gantinya. Alhasil, setiap ruangan di dalamnya pun tetap bisa terlihat sebagai satu kesatuan.

Uniknya, meterial dominasi kaca tersebut ditingkahi pemakaian bahan aksesori lain yang berbeda-beda. Mulai pemakaian kayu di area dinding pantri, wallpaper berkelir hiasan motif bunga, karpet coklat muda dan abu-abu tua, serta mozaik kaca di bagian kamar mandi utama.

Penggunaan aksesori ruangan dipilih yang berwarna hitam dan putih. Pewarnaan tersebut juga berlaku pada pemakaian vas bunga dari keramik, bingkai lukisan, tableware, juga dipilih yang bertema hitam putih. Keunikan lainnya adalah tampilan lampu gantung Cacoon berbentuk kepompong.

Secara keseluruhan, desain apartemen ini cukup berhasil mengakomodasi gaya hidup kaum urban Jakarta. Mengadopsi konsep modern minimalis dan modern klasik pada setiap sudut ruang, Gandaria Heights menerapkan warna putih yang mendominasi hampir seluruh pemandangan di dinding, lantai, serta plafon. 

Pada tipe Loft seluas 165 m2 misalnya, pemakaian warna lain seperti hitam atau perak menjadi penyelaras nuansa modern tersebut, yang dibatasi pada jenis materi interiornya. Sementara itu, pada apartemen tipe 117 m2, konsep warna sedikit dialihkan ke desain modern klasik.

Menuai konsep Ralph Lauren, Spice Studio Singapore sebagai tim kreatif di bagian ini menyepuhi dominasi warna ruangan tersebut dengan nuansa keemasan.  Pembedaan itu, yang dibuat seminimal mungkin, semata hanya untuk menghilangkan sejenak kebosanan akibat "white effect" yang mendominasinya.

Pembeda lain yang unik adalah pemakaian keramik berukuran besar di ruang makan dan pantri. Lain halnya dengan bagian lantai di ruang keluarga atau ruang kerja, yang cukup mencuri perhatian berkat lapisan karpet bertekstur bulu halus dan lembut yang menutupinya.

Megah dan eksklusif. Namun begitu, apartemen ini tidak akan menyiratkan kesan "tertutup" dari dunia luar. Tak lain, karena setiap ruangan apartemen dilengkapi oleh jendela lebar, baik di ruang tengah, kamar tidur, sampai ruang dapur. Selain untuk mendapatkan kesegaran cahaya alami, penempatan jendela-jendela ini tentu sangat baik untuk perputaran udara secara konstan.  

Middle up

Gandaria Heights merupakan bagian dari kemewahan Superblok Gandaria City, yang berdiri di kawasan terpadu Jl Arteri Pondok Indah, tepatnya Jl KH Syafi'i Hadzani, Jakarta Selatan. Terhubung oleh jalan under pass empat jalur, keberadaan apartemen ini tentunya sangat strategis untuk menuju ke kawasan Central Business District (CBD) seperti Kuningan, M.H. Thamrin, serta Sudirman.

Keuntungan strategis lainnya, letak apartemen ini pun dikelilingi tak jauh oleh beberapa sekolah internasional seperti di kitaran Bintaro, Pondok Indah, atau Cilandak.  Dengan lobi yang luas, fasilitas kolam renang, taman bernuansa resor, serta akses masuk dan parkir berbeda dengan mal dan perkantoran, Gandaria Heights tetap menyajikan eksklusifitas nyaman, aman, dan berteknologi tinggi melalui penyajian fasilitas internet akses internet Wi-Fi, building security system with CCTV, serta Automatic Card Access. Dan sebagai konsultan arsitektur bangunan, Cadiz International Architect cukup berhasil memberikan sentuhan daya tarik apartemen ini hingga begitu apik dalam nuansa arsitektur modern masa kini.

Membidik segmen middle up, dua menara Gandaria Heights akan bersanding dengan pusat belanja Gandaria Shopping - Mainstreet, perkantoran Gandaria 8, dan kelak dengan Gandaria Hotae. Dua menara apartemen ini menghadirkan 600 unit apartemen, yang masing-masing menara terdiri dari 32 lantai.

Direncanakan selesai pembangunannya pada April 2010, kisaran harga masing-masing unit apartemen tersebut dijual mulai 600 hingga 3 miliar rupiah. Tetapi khusus tipe Loft yang ditampilkan pada show unit, angka ditarifkan untuk apartemen seluas 165 m2 itu sebesar 2,5 miliar. Sementara untuk tipe 3 kamar seluas 117 m2, harga per unitnya sebesar 1,5 miliar rupiah.

Sejauh ini, tahap pembangunan apartemen ini sudah mencapai lantai 16. Dari jumlah total unit yang ada sekarang, sebanyak 70 persennya sudah menjadi milik mereka yang dikenal dengan; kaum urban pelaku gaya hidup terkini Jakarta.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau