IDAI Jabar Sesalkan Pernyataan Menkes soal Vaksin

Kompas.com - 24/03/2009, 13:31 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat menyesalkan pernyataan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari tentang rencana peninjauan kembali program pemberian vaksin pada balita.

IDAI Jabar menyatakan, pernyataan itu menyesatkan dan menurunkan kredibilitas dokter anak. Dalam pernyataan yang keluar di media cetak dan elektronik pekan lalu, Menkes menyatakan tidak semua vaksin yang selama ini diberikan pada anak berguna. Sebab itu, Depkes berencana mengkaji kembali pemberian vaksin pada balita.

Menurut Menkes, jumlah vaksin yang beredar di masyarakat perkotaan bahkan mencapai 11 macam. Padahal, kata Menkes, hanya empat vaksin yang wajib diberikan pada balita, yaitu BCG, DPT, campak, dan polio.

"Pernyataan itu sangat tidak ilmiah. Semua vaksin yang beredar di Indonesia, baik produksi lokal maupun impor sudah melalui serangkaian tahap penelitian tentang manfaat maupun dampaknya," kata Ketua IDAI Jabar Armyn Firman, Selasa (24/3).

Pembatasan vaksin, kata Armyn, merupakan kemunduran dalam penanggulangan masalah kesehatan di Indonesia.

Kusnadi Rusmil, dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran, mengatakan, selama ini memang tidak semua vaksin diwajibkan oleh pemerintah. Namun, kata Kusnadi, itu bukan karena vaksin tidak bermanfaat, melainkan karena harga yang mahal.

"Saya melakukan penelitian tentang vaksin. Pernyataan ini dilandaskan kajian ilmiah, bukan karena alasan politis atau lainnya," kata Kusnadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau