Deteksi DPT Antardaerah Sulit Dilakukan

Kompas.com - 24/03/2009, 21:30 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Validasi daftar pemilih tetap sedang berlangsung di seluruh TPS wilayah Provinsi Jawa Timur. Namun, karena pengecekan ulang DPT terjadi di masing-masing desa dan TPS maka pendeteksian dugaan DPT ganda antardaerah sulit dilakukan.

Demikian diungkapkan Ketua KPUD Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo saat mengikuti rapat koordinasi pembahasan DPT di KPU Provinsi Jawa Timur, Selasa (24/3) di Surabaya. Data ganda yang terjadi di daerah berbeda akan sulit terdeteksi karena validasi dilakukan di tiap desa. Misalnya, bagi warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) ganda yang juga terdata di dua atau beberapa daerah berbeda, ujarnya.

Hingga saat ini, KPUD Kabupaten Probolinggo belum menerima data DPT terbaru dari KPU Pusat. Sementara itu, validasi DPT sudah dilakukan KPUD Kabupaten Probolinggo sejak bulan Oktober 2008 lalu.

Kami sengaja tak memanfaatkan data penduduk pemilih potensial pemilu (DP4), tetapi menggunakan data pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur. Data ini lebih lengkap dan tak berpeluang ganda, kata Gandhi.

Sebelum pilgub berlangsung, KPUD Kabupaten Probolinggo menemukan 10 persen hingga 12 persen data pemilih ganda serta pemilih tak sah dari total 828.326 pemilih. Kekeliruan yang diperoleh adalah munculnya alamat sama, pemilih di bawah umur, pemilih yang telah meninggal, pemilih sakit jiwa, serta anggota TNI yang terdaftar.

Saat ini jumlah DPT final di Kabupaten Probolinggo tercatat 830.217 pemilih di total 2.165 TPS, tambahnya.

Anggota KPU Provinsi Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad mengungkapkan, semua KPUD diimbau melakukan validasi DPT. Bila ada pemilih yang meninggal, pindah, belum cukup umur, atau belum kawin maka petugas pemungutan suara (PPS) serta TPS dapat mencoret pemilih ganda atau yang belum memenuhi syarat.

"Data pemilih ganda atau yang tak memenuhi syarat akan dicoret, diberi stempel dan dibuatkan berita acara," ucap Andry.

Meski demikian, Andry mengakui pengecekan kekeliruan DPT di tempat yang berbeda relatif sulit dilakukan. Menurutnya, dalam hal ini Panwas Pemilu serta masyarakat diharapkan berperan aktif melakukan pengawasan.

Berlainan kota

Secara terpisah, Ketua DPD PDI-P Jawa Timur Sirmadji mengatakan, pengecekan DPT antardesa atau kecamatan masih mungkin dilakukan. Namun, jika muncul data ganda antarkota maka validasi sulit dijalankan.

KPU masih memiliki banyak waktu untuk bekerja serius. Harus ada kemauan politik untuk mempersiapkan DPT yang bersih. "Jika hasil DPT tetap kacau maka kami akan mengambil jalur hukum," ungkapnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau