Dalai Lama Dilarang Masuk Afrika Selatan

Kompas.com - 25/03/2009, 02:34 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Pemimpin sprituil Tibet di pengasingan Dalai Lama dilarang memasuki wilayah Afrika Selatan hingga berakhirnya penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Langkah itu ditempuh oleh Afrika Selatan guna menghindari ketegangan hubungan dengan China yang selama ini dikenal dengan kasus pelanggaran HAM di Tibet dan menentang upaya wilayah ini memerdekakan diri.

Sebuah konferensi perdamaian yang dijadwalkan berlangsung Jumat (27/3)  di Johannesburg telah ditunda untuk waktu yang belum diketahui karena Pemerintah Afrika Selatan melarang kehadiran salah satu pesertanya, Dalai Lama, yang terlibat konflik dengan China. Pemerintah Tibet di pengasingan menjelaskan sikap Afrika Selatan itu dibayangi oleh tekanan dari China tetapi masalah ini disangkal oleh Afrika Selatan.

Afrika Selatan adalah mitra dagang terbesar China. Total ekspor China ke kawasan Afrika tahun lalu meningkat 36,3 persen dibandingkan pada 2007 menjadi 50,8 miliar dollar AS. Sementara impor komoditas Afrika ke China meningkat 54 persen menjadi 56 miliar dollar AS.

"Tidak, kami tak akan mengijinkannya," kata juru bicara Presiden Afrika Selatan Kgalema Motlanthe, Thabo Masese, saat ditanya oleh beberapa wartawan apakah Dalai Lama akan mendapatkan visa sebelum Piala Dunia 2010. Thabo Masese menerangkan Afrika Selatan tidak ingin terganggu konsentrasinya untuk mempersiapkan pesta olahraga internasional itu akibat terlibat konflik dengan China apabila sampai memberikan visa ke Dalai Lama.

Dilarangnya peraih Nobel perdamaian itu menghadiri konferensi perdamaian di Johannesburg mengakibatkan peraih Nobel perdamaian lainnya, Uskup Desmond Tutu, menarik diri dari keputusan hadir pada konferensi itu. Konferensi yang juga mengundang sejumlah selebritis Hollywood dan negarawan dari beberapa negara itu ditujukan untuk menekankan peran sepakbola dalam mempromosikan perdamaian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau