UMNO Batasi Media

Kompas.com - 25/03/2009, 07:10 WIB
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Kongres partai paling berkuasa di Malaysia, Organisasi Nasional Melayu Bersatu, Selasa (24/3), resmi dimulai dengan dihadiri lebih dari 2.500 delegasi. Akan tetapi, kongres itu diwarnai pembatasan akses untuk media massa. Hal itu mengundang kritik. 

Lima media online Malaysia, termasuk dua yang sangat dikenal, Malaysiakini dan Malaysian Insider, tidak diberi izin peliputan kongres tersebut.

Hal itu dilakukan hanya sehari setelah pemerintah menghukum dua surat kabar oposisi untuk tidak terbit selama tiga bulan. Surat kabar Harakah dan Suara Keadilan dilarang terbit karena dianggap ”membangkitkan kebencian” terhadap pemerintah.

Sekretaris UMNO Husainay Hashim membenarkan bahwa partainya menolak permohonan akses beberapa media online, tetapi tidak disebutkan jumlahnya. Keputusan itu dibuat karena liputan mereka pada pertemuan-pertemuan UMNO sebelumnya ”sangat tidak bersahabat”.

”Dari pengalaman kami dengan Malaysiakini, misalnya, mereka tidak bersahabat, tidak membantu kami. Anda harus melaporkan sesuai fakta, bukan membelokkan cerita,” ujarnya.

Kelima situs berita online mengatakan, mereka tidak diberikan akses meliput.

”Kami hanya tidak memberi mereka tanda masuk, itu bukan larangan. Mereka bisa mendapatkan informasi dari mana-mana,” tambah Hashim.

Pemimpin Redaksi Malaysiakini Steven Gan mengkritik keputusan itu, yang menunjukkan kurangnya penghormatan terhadap kebebasan pers. Hal itu bisa menjadi sinyal bahwa akan adanya penindakan atas pers lebih luas saat Najib Razak mengambil alih kekuasaan akhir bulan ini.

”Tugas kami adalah melaporkan berita sebagai jurnalis profesional, masalah menjadi teman dengan partai tertentu bukanlah pertimbangan,” kata Gan.

Reformasi dan perubahan

Kongres UMNO akan diawali pidato PM Abdullah Ahmad Badawi, yang akan mundur untuk memberikan jalan kepada wakilnya, Najib Razak, menjadi PM.

Dalam pertemuan tertutup itu, Najib akan menyampaikan pidatonya yang akan mendapat perhatian peserta kongres karena akan menjadi petunjuk ke mana dia akan membawa UMNO, yang saat ini berada dalam kondisi kritis setelah kekalahan pada pemilu tahun 2008.

”Inti dari pidatonya akan mengenai reformasi dan perubahan bahwa UMNO harus berubah atau dipaksa diubah,” tulis surat kabar Star dalam analisisnya.

Surat kabar itu menambahkan, Najib akan mengatakan bahwa, jika mereka tidak memilih sebuah tim yang memiliki citra bersih dan pekerja keras, partai menghadapi risiko ditolak pada pemilihan umum mendatang.

Lebih dari 2.500 anggota delegasi akan berkumpul di markas besar UMNO untuk mengangkat Najib sebagai ketua umum UMNO yang baru, dan memberikan suara mereka untuk posisi-posisi kunci, antara lain wakil ketua dan ketua-ketua sayap pemuda serta sayap organisasi perempuan.

Najib akan dipilih sebagai Ketua Umum UMNO tanpa pesaing, yang otomatis juga menjadi perdana menteri. Penggantian PM Malaysia itu pada 2 atau 3 April.

Di tempat terpisah, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan orang, yang menghadiri rapat umum pemimpin oposisi Anwar Ibrahim di Kedah, Senin malam. (AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau