Badan Pengelola Suramadu Belum Terbentuk

Kompas.com - 25/03/2009, 19:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan agar Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) selesai 12 Juni 2009. Akan tetapi, sampai saat ini Badan Percepatan Pembangunan Wilayan Suramadu (BPPWS) yang nantinya mengelola jembatan itu belum terbentuk. Bahkan konsepnya pun belum selesai.

"Badan Pengelola Suramadu belum selesai. Keppresnya seperti apa, kemudian kewenangannya bagaimana, belum selesai semuanya," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/3), terkait permintaan Wapres saat berkunjung ke Suramadu beberapa hari lalu.

Soekarwo juga menyambut positif aspirasi Pemkot Surabaya yang ingin ikut mengelola jembatan itu. "Kalau itu aspirasi Pemkot bagus, kami bisa mengetahui di mana posisi Pemkab Bangkalan, Pemkot Surabaya, dan Pemprov Jatim," katanya.

Sebelumnya, Asisten II Sekretaris Daerah Kota Surabaya Muklas Udin berpendapat, BPPWS yang akan melakukan sterilisasi lahan seluas 1.800 hektar di kaki Suramadu sisi Surabaya merugikan masyarakat dan Pemkot Surabaya. Dia mengatakan, sesuai UU 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Pemkot Surabaya semestinya bisa ikut mengelola lahan tersebut. 

Namun, Soekarwo mengingatkan bahwa BPPWS itu seperti badan otorita karena harus mengelola jembatan tersebut. "Tidak mungkin tanpa ada karcis tol, kalau tidak ada tarif, tol akan rusak. Untuk pemeliharaannya include dengan karcis, namun ini belum matang pembicaraannya," katanya.

Tentang keinginan Wapres agar tarif tol Suramadu lewat Suramadu yang harus lebih murah daripada kapal, Soekarwo menyatakan sedang direvisi.

Tarif itu harus sudah diputuskan sebelum 12 Juni, karena tanggal itu jembatan akan dioperasikan. "Berapa tarifnya, saya belum tahu persis, karena ada di panitia pengarah, bukan kewenangan Pemprov mengeksekusi tetapi Menkeu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau