PESHAWAR, KOMPAS.com - Seorang pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya di sebuah masjid yang dipadati oleh ratusan orang yang shalat Jumat (27/3) di dekat perbatasan Afganistan. Aksi bom bunuh diri tersebut menewaskan sedikitnya 48 orang dan menciderai sejumlah orang lain.
Pelaku bom bunuh diri menjalankan aksinya pada puncak ibadah. "Saat imam mengumandangkan 'Allahu Akbar,' suara dentuman bom menggelegar," kata Nadir Shah, seorang personil paramiliter Pakistan yang menjadi salah satu saksi mata. "Kupikir kehidupan ini telah berakhir. Tak berapa lama kemudian saat kubuka mataku, aku menyadari telah terbaring di antara beberapa jenazah," tuturnya.
Ledakan di Masjid Khyber Pass ini berlangsung beberapa jam sebelum Presiden AS Barack Obama mengumumkan strategi terbaru untuk 'menangkal, mematahkan serta membasmi' jaringan teroris al Qaeda dan Taliban yang beroperasi di Afganistan serta Pakistan barat laut. Seorang pejabat Pakistan menuduh militan terlibat aksi pemboman yang ditujukan sebagai balas dendam terhadap operasi militer yang ditujukan untuk melindungi rute suplai utama bagi personil pasukan NATO dan AS di Afganistan yang melintas di depan masjid itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang