JAKARTA, KOMPAS.com — Raut muka sendu masih terlihat di wajah H Saamin (67). Belum hilang kesedihannya akibat kehilangan tiga orang anggota keluarganya yang menjadi korban dalam bencana naas jebolnya tanggul danau situ gintung, kini Saamin harus memikirkan di mana ia akan tinggal.
"Saya enggak tahu mau ke mana setelah ini, rumah dan kontrakan saya yang empat pintu ikut hanyut," terang Saamin.
Menurut Saamin, sampai saat ini belum ada pihak mana pun yang menjanjikan akan memberikan bantuan untuk merenovasi rumahnya. "Kalau makanan dan pakaian sudah cukup. Kalau bantuan untuk ngerenovasi rumah, belum ada. Saya sih pasrah aja," terang pria yang kondisinya masih lemah ini.
Jika benar-benar tidak ada bantuan untuk merenovasi rumah, Saamin akan mencari cara agar tetap mempunyai tempat tinggal lagi. "Buat sekarang saya belum tau mau usaha apa, kalau dulu penghasilan saya dari kontrakan. Yah.. Usaha apa sajalah, yang penting saya punya rumah lagi," kata Saamin.
Pada saat air bah datang, ia dan istrinya sudah bangun dan ingin menunaikan shalat subuh. Dalam bencana jebolnya tanggul tersebut, anak perempuan Saamin Rusmiati (37), dan dua orang cucunya Syahida Shara (15) dan Rifah Marhamah (4) meninggal. Sedangkan istrinya H Ami (60), anak laki-lakinya Ilham (30), Imam ( 40) menantunya, dan cucunya Syara (12) berhasil selamat.
Kegundahan yang sama juga dirasakan oleh Taufik (40), pengungsi lain, walaupun merasa sedikit lega karena istrinya Nani (35) dan anak semata wayangnya Ridho (15) berhasil selamat dalam kejadian naas itu, ia belum mengetahui akan berteduh di mana nantinya. "Belum tahu mau ke mana habis ini. Semua harta habis, cuma baju yang nempel di badan," terang Taufik. Senada dengan Saamin, untuk saat ini Taufik hanya bisa berharap pada bantuan dari pihak-pihak terkait.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang