Setelah ini, ke Mana Kami Akan Tinggal?

Kompas.com - 30/03/2009, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Raut muka sendu masih terlihat di wajah H Saamin (67). Belum hilang kesedihannya akibat kehilangan tiga orang anggota keluarganya yang menjadi korban dalam bencana naas jebolnya tanggul danau situ gintung, kini Saamin harus memikirkan di mana ia akan tinggal.

"Saya enggak tahu mau ke mana setelah ini, rumah dan kontrakan saya yang empat pintu ikut hanyut," terang Saamin.

Menurut Saamin, sampai saat ini belum ada pihak mana pun yang menjanjikan akan memberikan bantuan untuk merenovasi rumahnya. "Kalau makanan dan pakaian sudah cukup. Kalau bantuan untuk ngerenovasi rumah, belum ada. Saya sih pasrah aja," terang pria yang kondisinya masih lemah ini.

Jika benar-benar tidak ada bantuan untuk merenovasi rumah, Saamin akan mencari cara agar tetap mempunyai tempat tinggal lagi. "Buat sekarang saya belum tau mau usaha apa, kalau dulu penghasilan saya dari kontrakan. Yah.. Usaha apa sajalah, yang penting saya punya rumah lagi," kata Saamin.

Pada saat air bah datang, ia dan istrinya sudah bangun dan ingin menunaikan shalat subuh. Dalam bencana jebolnya tanggul tersebut, anak perempuan Saamin Rusmiati (37), dan dua orang cucunya Syahida Shara (15) dan Rifah Marhamah (4) meninggal. Sedangkan istrinya H Ami (60), anak laki-lakinya Ilham (30), Imam ( 40) menantunya, dan cucunya Syara (12) berhasil selamat.

Kegundahan yang sama juga dirasakan oleh Taufik (40), pengungsi lain, walaupun merasa sedikit lega karena istrinya Nani (35) dan anak semata wayangnya Ridho (15) berhasil selamat dalam kejadian naas itu, ia belum mengetahui akan berteduh di mana nantinya. "Belum tahu mau ke mana habis ini. Semua harta habis, cuma baju yang nempel di badan," terang Taufik. Senada dengan Saamin, untuk saat ini Taufik hanya bisa berharap pada bantuan dari pihak-pihak terkait.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau