PDI-P Minta Bawaslu Minta Maaf

Kompas.com - 31/03/2009, 07:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PDI Perjuangan menyesalkan rilis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahwa PDI-P Karanganyar dan Samosir belum menyampaikan rekening khusus dana kampanye dan saldo awal. Bantahan dan protes atas rilis ini sudah dilayangkan PDI Perjuangan kemarin.

Penghubung PDI Perjuangan-KPU, yang juga Wakil Sekretaris Bappilu Arif Wibowo, mengatakan, pihaknya berharap Bawaslu meminta maaf. Sebab, PDI-P Karanganyar dan Bawaslu sudah menyampaikan laporan tersebut melalui surat DPC PDI-P Karanganyar Nomor 405 /Eks/DPC/III/ 2009, rekening 0149-01-00010-54-4, dan surat DPC Samosir Nomor 017/Eks/DPC-SMR/III/ 2009, BPD Sumut nomor rekening 241.02.04.002921-5.

"Kami menilai Bawaslu sangat gegabah tanpa melakukan cross check terlebih dulu tentang akurasi informasi yang disampaikan ke publik. Berita perihal PDI-P tersebut tentu sangat mencoreng citra dan merugikan kami secara moril maupun politik," kata Arif, Jumat (30/3) pagi.

Bahkan, ia mensinyalisasi bahwa Bawaslu punya kepentingan tertentu yang bersifat politis terhadap PDI Perjuangan. "Untuk itu kami menyerukan agar Bawaslu meminta maaf dan ke depan agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan segala hal kepada publik, mengingat keberadaannya sebagai institusi yang menjadi parameter kepercayaan publik terhadap pemilu dan demokrasi di Indonesia," ujar Arif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau