Pagi Hari, Tim SAR Bekerja dengan Perut Kosong

Kompas.com - 31/03/2009, 08:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dengan saat siang dan malam hari, pada pagi hari bantuan makanan siap saji seperti nasi bungkus atau makanan siap santap di Posko-posko korban bencana jebolnya tanggul Situ Gintung sangat minim.

Seperti yang terjadi pada Selasa (31/3) pagi ini. Beberapa pengungsi yang datang ke Posko Utama di Fakultas Hukum UMJ harus kembali ke tempat pengungsian tanpa membawa makanan untuk makan pagi. Latifah, salah salah seorang relawan bagian logistik, menerangkan, sejak hari pertama bencana (28/3), pada pagi hari bantuan makanan memang sangat kurang. "Biasanya nasi bungkus baru datang siang hari, jadinya kalau pagi banyak yang lapar," kata Latifah kepada Kompas.com.

Tim SAR yang melakukan proses evakuasi pada pagi hari juga harus bertugas dengan perut kosong. Hal ini membuat relawan di bagian logistik berulang kali menghubungi donatur yang berjanji akan mengirimkan makanan pagi. "Tadi saya menelepon BNI ( Bank Negara Indonesia) agar bantuan nasi yang siang hari juga dikirim pagi ini. Habis kondisinya cukup mendesak," kata Latifah.

Latifah juga menelepon salah satu partai yang menyanggupi memberikan makan pagi bagi para pengungsi dan tim SAR. Kebutuhan mendesak lainnya yang diperlukan para pengungsi dan tim SAR adalah masker, sarung tangan latex dan wol, alkohol, antitetanus, sepatu bot, minyak goreng, makanan sarden, kasur, bantal, gula, susu, dan sandal jepit.

Untuk kebutuhan bayi berupa dot, bantal, selimut, minyak telon, vitamin bayi, dan gendongan bayi juga masih kurang. Anak-anak pengungsi membutuhkan perlengkapan sekolah, seperti alat tulis, seragam sekolah, sepatu, tas, dan buku-buku pelajaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau