JEMBER, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia selama tiga bulan terakhir (Januari-Maret) pada 2009.
Koordinator konselor klinik Voluntary Consulting and Test (VCT) RSUD dr. Soebandi Jember, dr Justina Evi, Rabu (1/4), menuturkan, jumlah penderita HIV/AIDS selama dua tahun terakhir ini mencapai 176 dan beberapa penderita masuk stadium tiga atau lanjut. "Penderita yang memasuki stadium tiga, apabila tidak melakukan pengobatan secara rutin rawan terhadap kematian," kata dr Justina.
Penderita HIV/AIDS di kawasan Besuki, kata dia, sebagian besar sudah memasuki stadium dua hingga tiga sehingga perlu penanganan yang sangat kompleks terkait dengan daya tahan tubuhnya yang semakin menurun. "Virus sudah menyebar ke mana-mana sehingga menyebabkan infeksi yang sangat akut dan mempengaruhi daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS," katanya mengungkapkan.
Dalam stadium tiga, kata dia, penderita HIV/AIDS hanya bisa berbaring dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti manusia normal pada umumnya. "Penderita hanya berbaring lemah dan sulit untuk melakukan aktivitas," katanya menambahkan.
Ia menjelaskan, hampir setiap bulan ada penderita HV/AIDS baru yang terdeteksi saat melakukan tes di VCT RSUD dr. Soebandi Jember. "Rata-rata tiap bulan ada penambahan dua hingga tiga penderita HIV/AIDS di Jember," katanya menerangkan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang rawan tertular HIV/AIDS segera memeriksakan diri ke klinik VCT secara gratis dan kerahasiaan penderita akan dijamin. "Apabila diketahui sejak dini, proses pengobatan dan perawatan pasien HIV/AIDS lebih mudah," katanya.