Di Jember, Sembilan Penderita AIDS Meninggal

Kompas.com - 01/04/2009, 20:14 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia selama tiga bulan terakhir (Januari-Maret) pada 2009.
   
Koordinator konselor klinik Voluntary Consulting and Test (VCT) RSUD dr. Soebandi Jember, dr Justina Evi, Rabu (1/4), menuturkan, jumlah penderita HIV/AIDS selama dua tahun terakhir ini mencapai 176 dan beberapa penderita masuk stadium tiga atau lanjut. "Penderita yang memasuki stadium tiga, apabila  tidak melakukan pengobatan secara rutin rawan terhadap kematian," kata dr Justina.
   
Penderita HIV/AIDS di kawasan Besuki, kata dia, sebagian besar sudah memasuki stadium dua hingga tiga sehingga perlu penanganan yang sangat kompleks terkait dengan daya tahan tubuhnya yang semakin menurun. "Virus sudah menyebar ke mana-mana sehingga menyebabkan infeksi yang sangat akut dan mempengaruhi daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS," katanya mengungkapkan.
   
Dalam stadium tiga, kata dia, penderita HIV/AIDS hanya bisa berbaring dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti manusia normal pada umumnya. "Penderita hanya berbaring lemah dan sulit untuk melakukan aktivitas," katanya menambahkan.
   
Ia menjelaskan, hampir setiap bulan ada penderita HV/AIDS baru yang terdeteksi saat melakukan tes di VCT RSUD dr. Soebandi Jember. "Rata-rata tiap bulan ada penambahan dua hingga tiga penderita HIV/AIDS di Jember," katanya menerangkan.
   
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang rawan tertular HIV/AIDS segera memeriksakan diri ke klinik VCT secara gratis dan kerahasiaan penderita akan dijamin. "Apabila diketahui sejak dini, proses pengobatan dan perawatan pasien HIV/AIDS lebih mudah," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau