JAKARTA, KOMPAS.com — Musim kampanye terbuka kadang membuat sebagian pengendara kendaraan bermotor, baik mobil atau motor, terpaksa berhenti di tengah jalan ketika arak-arakan massa peserta kampanye lewat.
Kebiasaan ini pula yang membuat beberapa pengendara mobil dan motor memutuskan untuk menepi setelah melihat beberapa pengendara motor mengibar-ngibarkan bendera kuning yang meminta semua kendaraan lain berhenti. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 dekat underpass Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (1/4).
Wartawan Persda yang kebetulan juga berada di tempat itu memutuskan berhenti, menunggu beberapa sepeda motor yang membawa bendera kuning lewat lebih dulu.
Setelah beberapa pengendara sepeda motor pembawa bendera kuning lewat, dua mobil jenis Kijang dan sebuah sedan hitam dengan lampu depan menyala, tetapi tanpa bendera kuning menyusul kemudian.
Nah, yang membuat sedikit geli adalah di belakangnya terdapat sebuah mobil putih bertuliskan "Mobil Jenazah" dengan sirene meraung-raung, lewat persis di depan para pengendara motor yang menepi.
"Kirain (kampanye) Golkar (yang lewat)," kata salah seorang pengendara sambil menoleh ke arah temannya.
Sepertinya, ia mengira pembawa bendera kuning yang mendahului mobil pembawa jenazah adalah pembuka jalan bagi arak-arakan peserta kampanye Golkar. Memang dari jauh mobil jenazah belum terlihat karena jaraknya dengan pembawa bendera kuning agak berjauhan sehingga tak ada tanda-tanda yang akan lewat adalah mobil jenazah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang