BENGKULU, KOMPAS.COM--Lomba melukis mural (melukis di dinding atau tembok) dengan tema "Melukis Demokrasi" merupakan bagian dari pendidikan politik khususnya bagi pemilih pemula, kata asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Hilman Fuadi, Kamis.
"Kegiatan ini adalah manifestasi dari pendidikan politik yang dituangkan dalam seni lukis mural, dan saya sangat mendukung acara semacam ini," katanya.
Menurut dia, acara-acara seni yang mengarah pada pendidikan politik ataupun sebagai wadah mengasah kreatifitas siswa di Kota Bengkulu saat ini masih sangat kurang.
Selain bermakna pendidikan politik, lomba melukis mural juga dianggap sebagai lomba yang mendukung tiga program pemerintah Kota Bengkulu saat ini yang menekankan pada bidang pendidikan, ekonomi kerakyatan dan kesehatan.
"Lomba melukis bertema demokrasi ini termasuk dalam bidang pendidikan yaitu pendidikan politik bagi pemilih pemula," katanya.
Untuk itu, Pemkot Bengkulu sangat mendukung acara yang diselenggarkan oleh organisasi KAMMI sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan.
Sementara itu, sekretaris Umum KAMMI daerah Bengkulu, Haris Sugara, mengakui lomba melukis mural dengan tema demokrasi ini merupakan yang pertama kalinya di selenggarakan oleh KAMMI daerah Bengkulu.
"Ini adalah program KAMMI pusat bekerjasama dengan Departeman dalam Negeri (Depdagri) dan KAMMI daerah hanya sebagai kepanjangan tangan dari pusat," ujarnya.
Menurut dia, selain di Bengkulu kegiatan yang sama juga diselenggarakan KAMMI pada 21 provinsi lainnya. Ini merupakan bentuk kepercayaan dari pemerintah terhadap organisasi tersebut dalam rangka menyukseskan Pemilu 2009.
Dia juga menambahkan, biaya untuk menyelengarkana lomba lukis mural itu semuanya berasal KAMMI pusat dan Depdagri. KAMMI Daerah Bengkulu hanya sebagai penyelenggaran.
Di tempat terpisah, Jujun, juri lomba melukir mural, ketika ditemuai di SMA Muhammadiyah IV mengakui siswa yang mengikuti lomba cukup kreatif terlihat dari tema yang disampaikan dalam lukisan yang sangat mengena dengan pesta demokrasi.
"Semuanya bebas menekspresikan diri mengenai pemahaman pemilu, dan kita lihat pemahaman mengenai pesta demokrasi cukup tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Natalian, salah seorang peserta lomba lukis yang sedang sibuk mengoleskan kuas di tembok seluas 1x1,5 meeter itu mengaku akan melukis kesibukan dan suasa di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Tim saya akan membuat suasana TPS dan ekspresi pemilih saat melihat kertas suara yang cukup lebar," ujarnya.
Lomba melukis mural tersebut diikuti oleh empat sekolah seingkat SMA/sederajat yang terbagi atas delapan tim.
Sekolah tersebut antara lain, SMA Negeri II Kota Bengkulu, SMA Muhammadiya IV, SMK Negeri IV Kota Bengkulu dan SMA Negeri VI Kota Bengkulu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang