Pekan Depan Pengumuman Tim Piala Sudirman

Kompas.com - 03/04/2009, 21:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim bulu tangkis Indonesia yang akan tampil pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman, 10-17 Mei di Guangzhou, China, akan diumumkan pekan depan. Demikian pernyataan Ketua Umum PB PBSI Jenderal TNI Djoko Santoso.

"Sudah dirapatkan, tetapi masih ada usulan di sana-sini. Saat ini Binpres (Bidang Pembinaan Prestasi) sedang menggodok untuk menentukan tim yang dibutuhkan seperti apa," ujar Djoko di Pelatnas Cipayung, Jumat (3/4).

Sekjen PB PBSI Yacob Rusdianto menambahkan, Senin atau Selasa pekan depan, tim tersebut sudah dapat diumumkan.

Lebih lanjut Djoko mengatakan, tim tersebut kemungkinan terdiri atas 20 pemain. Dari jumlah itu, pemain-pemain pelatnas menjadi prioritas, meskipun tidak tertutup kemungkinan masuknya pemain dari luar pelatnas.

Meskipun demikian, beberapa pelatih berharap tim tersebut segera dibentuk. Dengan demikian, mereka segera membuat program dan menyiapkan taktik dan strategi dalam menghadapi lawan.

Pelatih ganda putra Sigit Pamungkas mengatakan, pembentukan tim lebih awal sangat penting agar ia dapat menyiapkan beberapa kombinasi pasangan dari pemain yang masuk tim disesuaikan dengan kebutuhan.

"Kalau melihat kondisi sekarang, Markis Kido belum pulih, sementara dua pasangan lain (di pelatnas) belum berpengalaman. Saya perlu tiga pasangan, atau paling tidak dua setengah pasangan (lima pemain)," ujar Sigit.

Selain pemain pelatnas, Sigit juga mengharapkan masuknya mantan pemain Pelatnas, Alvent Yulianto, ke dalam tim. Pasalnya, Alvent cocok dipasangkan dengan Hendra Setiawan (pasangan Markis Kido).

Menurutnya, kombinasi Hendra dengan Alvent membentuk pasangan yang berpengalaman serta kuat secara mental dan cocok untuk menghadapi pemain-pemain China dan Korea yang mempunyai tipe permainan cepat dan bertenaga.

Pasangan pelatnas lainnya, Bona Septano dan Muhammad Ahsan, yang menurut Sigit mengandalkan power dan kecepatan lebih cocok dengan tipe permainan pemain-pemain Eropa.

Dengan pertimbangan tersebut, meskipun belum diputuskan apakah bisa membawa Alvent ke dalam tim atau tidak, Sigit telah mengikutsertakan pebulu tangkis asal Klub Suryanaga itu dalam latihan.

"Alvent juga sudah siap jika akhirnya ternyata tidak dimasukkan ke dalam tim," jelas Sigit.

Berbeda dengan Sigit, pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, memilih menyiapkan dua pasangan utama di pelatnas, Nova Widianto/Liliyana Natsir serta Devin Lahardi/Lita Nurlita.

Soal pembentukan tim, Richard juga berharap hal itu segera terbentuk agar program latihan lebih terfokus dan para pemain merasakan suasana kompetisi Piala Sudirman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau