Walikota Sewakan Rumah bagi Korban Situ Gintung

Kompas.com - 05/04/2009, 17:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Walikota Tangerang Selatan H.M Shaleh, bersedia membayarkan uang sewa rumah bagi 107 kk RW 08 kampung Poncol yang menjadi korban bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. Demikian dikatakan oleh Rahmat Salam, ketua Posko Terpadu, di Wisma Kertamukti Minggu (5/4). "Pak Walikota sudah menyanggupi membayar uang kontrakan bagi 107 kk selama satu tahun. Sekarang mereka sudah menempati rumah kontrakan tersebut," terangnya.

Rahmat melanjutkan, bagi warga yang tidak disewakan rumah, mereka bisa menempati mess di Wisma Kertamukti. "Mereka tinggal di dalam mess, bukan di tenda. Tenda itu hanya untuk relawan, ketua posko utama melarang pengungsi tinggal di tenda," ujarnya.

Sore ini, 14 kk sudah menempati mess di Wisma Kertamukti. Sedangkan sisanya akan ditempatkan di barak-barak yang tengah dibangun. "Jika masih kurang juga, jangan khawatir, sebentar lagi barak di Kertamukti II akan dibangun," kata Rahmat berapi-api.

Sebelumnya, Jumat pekan lalu air bah menerjang daerah Situ Gintung dan sekitarnya. Ratusan rumah hancur dan rusak berat, menyebabkan warga kehilangan tempat tinggal mereka. Sampai saat ini koban meninggal masih tetap berjumlah 100 orang, dan 70 warga masih dilaporkan hilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau